Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meresmikan Program Bedah Rumah yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXVI tahun 2019 tingkat Provinsi Sumatera Utara di Aek Kota Batu, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kamis (5/9/2019). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra).

LABURA – Untuk mewujudkan Sumatera Utara (Sumut) yang maju, aman dan bermartabat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) konsisten membantu masyarakat kurang mampu. Antara lain melalui program bedah rumah tidak layak huni.

Tahun 2019, setidaknya ada 11.912 rumah tidak layak huni di Sumut yang akan mendapat bantuan program bedah rumah. Jumlah tersebut terdiri atas 610 unit dari dana APBD Sumut dan 11.127 unit dari dana APBN, serta 175 unit kontribusi pengembang perumahan (REI dan APERSI)

Program bedah rumah ini juga selaras dengan visi misi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah, yaitu antara lain mewujudkan masyarakat Sumut yang bermartabat dalam kehidupan, karena memiliki iman dan takwa, tersedianya sandang pangan yang cukup, dan rumah yang layak.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT, atas terlaksananya program bedah rumah ini. Semoga program bedah rumah ini dapat membantu saudara-saudara kita untuk memiliki rumah yang layak huni,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, ketika meresmikan Program Bedah Rumah yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI tahun 2019 tingkat Provinsi Sumatera Utara di Aek Kota Batu, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Kamis (5/9).

Dikatakan Gubernur, selain untuk tempat tinggal dan istirahat, keberadaan rumah layak huni sangat penting untuk pembinaan keluarga. Melalui rumah layak huni yang nyaman, diharapkan terbangun keluarga yang sehat dan sejahtera.

BACA JUGA  Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung KPK, Wagub Sumut Sebut Korupsi Musuh Bersama

Rumah layak huni diharapkan akan mendatangkan kenyamanan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Sehingga kehidupan dalam berkeluarga menjadi tentram, rukun, aman, dan bahagia.

Selain itu, rumah layak huni yang bersih dan sehat, juga akan mewujudkan keluarga yang sehat dan kuat. Serta menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan beraktivitas di rumah. “Sehingga pada akhirnya, melalui program ini kita berharap akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkualitas dan berdaya saing, yang mampu berperan membangun daerah ini dimasa mendatang harap Edy Rahmayadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Sumut Ida Mariana Harahap menyampaikan, tahun ini Pemprov Sumut akan melaksanakan program bedah rumah 11.912 rumah tidak layak huni. Jumlah tersebut terdiri atas 610 unit dari dana APBD Sumut dan 11.127 unit dari dana APBN, serta 175 unit dari kontribusi pengembang perumahan di sumut

Dijelaskan, untuk program bedah rumah yang bersumber dari APBD Sumut, masing-masing penerima bantuan akan mendapatkan bantuan Rp26 juta/unit ditambah Rp4 juta untuk ongkos tukang. Sedangkan program dari APBN masing-masing akan mendapatkan Rp15 juta/unit ditambah Rp2,5 juta untuk ongkos tukang.

“Untuk mendapatkan program ini, masyarakat harus memenuhi syarat, antara lain berpenghasilan rendah atau MBR, dan memiliki kemampuan berswadaya, agar punya rasa memiliki yang kuat atas rumah, karena bantuan atau kesempatan tidak datang 2 kali,” jelas Ida Mariana.

BACA JUGA  Panen Padi di Simalungun, Gubernur Minta Tidak Ada IMB di Lahan Pertanian

Pada kesempatan itu, Gubernur menyerahkan bantuan bedah rumah dalam rangka Hari Keluarga Nasional di Labuhanbatu Utara sebanyak 20 unit, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Turut hadir dalam acara itu, Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah, Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) I / Bukit Barisan Brigjend TNI Untung Budiharto, para pimpinan OPD Pemprov Sumut dan Pemkab Labuhanbatu Utara, tokoh agama dan masyarakat, serta undangan lainnya.**