Ia merupakan Wakil Gubernur perempuan pertama di Sumatera Utara selama 70 tahun provinsi ini berdiri. Selama ini di Sumatera Utara laki-laki selalu mengisi jabatan pemimpin daerah. Baik gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota atau wakil walikota. Sampai saat ini Nurajizah pemimpin daerah perempuan pertama di Sumatera Utara. Ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Sumut dan bisa menjadi pemacu semangat bagi perempuan lainnya.

Brigjen (Purn) Dr. Hj Nurhajizah Marpaung, SH, MH terpilih sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara pada bulan Oktober 2016. Beliau mendampingi Gubernur Sumatera Utara Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si, yang diangkat pada bulan April 2016. Bersama Erry Nuradi, Nurhajizah Marpaung meneruskan kepemimpinan Sumut masa jabatan 2013-2018.

Budaya patrilineal yang cukup membatasi kiprah perempuan di tanah air, ternyata tidak berlaku bagi Nurhajizah Marpaung. Setelah lulus lulus S-1 hukum pada tahun 1983, dia mantap bergabung dengan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) di tahun berikutnya. Kariernya di Tentara Nasional Indonesia juga terus menanjak, berbagai posisi dia duduki. Terakhir pada 2005 dia menjabat sebagai Kadisbanhatkum Babinkum TNI kemudian dari 2010 Nurhajizah mulai berkarier di Departemen Pertahanan. Tentulah hal seperti ini juga tidak terlepas dari dukungan orang tua yang terus mendukungnya untuk menggapai cita-cita.

Tidak banyak perempuan yang menjadi wakil gubernur atau pemimpin daerah di Indonesia. Irene Manibuy merupakan perempuan pertama yang menjadi Wakil Gubernur di Indonesia yang terpilih pada tahun 2015. Tidak lama berselang, pada tahun 2016 Nurhajizah  kemudian menduduki posisi ke dua sebagai Wagub perempuan.

Meskipun perempuan terhitung jarang menjadi pemimpin di daerah, namun Nurhajizah mengaku tidak menemui kendala-kendala yang berarti dalam menjalankan tugas. Pengalamannya di dunia militer telah menempanya sehingga memiliki jiwa yang kuat, siap untuk menghadapi segala situasi.

“Saya rasa tidak ada kendalanya sebagai Wakil Gubernur Pertama Perempuan Sumatera Utara. Prinsip saya adalah harus taat pada pimpinan, taat pada peraturan. Saya bekerja bukan hanya atas perintah saja, tetapi juga sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Nurajizah saat dijumpai di kantornya, Selasa (10/4/18).

Perempuan kelahiran 7 Agustus 1956 ini telah menghabiskan waktu 30 tahun di dunia birokrasi. Selama 25 tahun berkarir di Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dan lima tahun di Kementrian Pertahanan. Pengalaman ini membuatnya  terbiasa bekerja dengan tekanan tinggi dan jadwal yang sangat padat. Ini hal yang membanggakan bagi Sumut memiliki pemimpin perempuan yang berprestasi.

Tidak hanya berkecimpung di dunia militer, Nurhajizah juga tekun dalam mendalami Ilmu Hukum. Nurhajizah tahu betul pendidikan sangat penting. Setelah lulus S-1 dari Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1983, dia kemudian melanjutkan ke magister di Universitas Padjadjaran hingga mendapat gelar doktor Ilmu Hukum tahun 2012.

Ibu satu anak ini merupakan orang yang konsisten dengan tetap memilih Ilmu Hukum untuk masalah akademi. Inilah yang membentuk prinsip perempuan kelahiran 7 Agusus 1956 ini untuk memegang teguh peraturan yang berlaku. Karier Nurhajizah di dunia militer membuatnya menekankan pentingnya disiplin dan patuh kepada pemimpin, sesuai dengan peraturan yang ada.

Di tengah kesibukannya di dunia militer dan pemerintahan Nurhajizah Marpaung tidak melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga yaitu melayani suami tercinta Tunas Dwidharto dan membesarkan seorang dara cantik, Kartika Rahmadayanti. Ini bukan jadi penghalang baginya. Malahan menurutnya seorang perempuan dengan kemampuannya mengurus anak dan suami akan mendukung dan mempermudah pekerjaannya sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara.

Selaku Wakil Gubernur perempuan pertama di Sumut, Nurhajizah juga ingin perempuan Sumut bisa terus berkarier karena dari pandangannya perempuan Sumut memang sudah ditempa sejak dulu, hanya saja karena kodratnya sebagai wanita banyak keterbatasan yang dialami.

Nurhajizah Marpaung patut menjadi panutan perempuan Sumatera Utara. Kiprahnya di dunia militer dan pemerintahan sangat membanggakan. Segudang prestasi dan penghargaan beliau torehkan tentunya mendorong perempuan Sumatera Utara untuk berani berkiprah dan berkarya di banyak bidang. Nurhajizah adalah sosok Kartini dari Sumatera Utara.

Brigjen TNI (Purn) Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, SH, MH lahir di Bandar Pulau, Asahan pada tanggal 7 Agustus 1956. Beliau lulus S-1 Ilmu Hukum dari Universita Sumatera Utara pada tahun 1983 dan kemudian mengikuti Sepawamil tahun berikutnya, mengawali kariernya di dunia militer.
Selama berkarier di militer Nurhajizah menjabat berbagai posisi seperti dari Pama Babinkum Abri hingga Kepala Biro Hukum Rokum Setjen Kemhan (Kementrian Pertahanan). Beliau juga mendapat beberapa penghargaan seperti Satyalencana Kesetiaan 8 Tahun, 16 tahun, 24 Tahun dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.
Selama berkarier di militer beliau juga melanjutkan pendidikan Ilmu Hukum di Universitas Padjajaran, lulus megister pada tahun 2008 dan kemudian mendapat gelar doktor pada tahun 2012.
Pada tahun 2016 Nurajizah Marpaung menjadi Wakil Gubernur Sumatera Utara untuk sisa masa jabatan 2013-2018. Bersama Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi selaku Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung memimpin Sumut selama kurang lebih dua tahun.