Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nurlela, Kepala Bidang Partisipasi Organisasi Kemasyarakatan Kementerian PPPA, dan para peserta yang terdiri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Perusahaan, pada acara Kegiatan Fasilitasi Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) di hotel J.W Mariot, Senin (4/11). Biro Humas & Keprotokolan Stdaprovsu / Fahmi Aulia

MEDAN – Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sabrina menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa, saat membuka Kegiatan Fasilitasi Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) di hotel J.W Mariot, Senin (4/11). Menurutnya perempuan punya peran penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan bangsa, menurut Sabrina, bisa dimulai dari cara memperlakukan perempuan di lingkungan masyarakat, termasuk di perusahaan, sehingga menjadi aset yang berharga. Saat ini masih banyak orang-orang yang belum sadar perempuan juga investasi besar untuk perusahaan.

“Perempuan dan laki-laki ini seperti puzzle, bila digabungkan akan membentuk gambar yang utuh. Bila ini bisa diterapkan di perusahaan maka perusahaan tersebut akan mendapat keuntungan yang besar,” katanya, saat menyampaikan kata sambutan pada acara yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Sumut.

Menurut Sabrina, di Indonesia masih banyak perusahaan yang belum memperlakukan perempuan secara adil, misalnya tidak menyiapkan ruang menyusui, ruang untuk anak saat ibunya bekerja atau kelayakan toilet. Padahal dengan kelengkapan fasilitas ini, produktivitas perempuan di perusahaan akan maksimal. “Ruang laktasi, ruang untuk anak seharusnya ada di setiap perusahaan. Untuk apa? Agar ibunya bisa nyaman dan fokus bekerja, ini akan menguntungkan perusahaan,” tambahnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah perempuan di Sumut sebanyak 7.222.191 jiwa atau sekitar 51% dari total jumlah penduduk Sumut 14,42 juta jiwa (tahun 2018). Namun, lapangan pekerjaan terbesar untuk perempuan di Sumut adalah tenaga pendidik. Ini dikarenakan masih banyak perusahaan menganggap perempuan beban perusahaan karena akan ada cuti hamil, tidak fokus karena mengurus anak dan lain sebagainya. Padahal anggapan tersebut tidak benar.

BACA JUGA  Kenang Jasa Para Pahlawan, Sabrina Ajak Generasi Muda Terus Berkarya Majukan Bangsa

“Bila kita tidak adil dalam memperlakukan wanita maka akan lahirlah generasi yang kurang berkualitas, jadi bagi perusahaan anggaplah ini investasi dan juga berbuat untuk kemajuan bangsa,” tegas Sabrina.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Sumut Nurlela menyampaikan, bila dibanding tahun-tahun sebelumnya, saat ini kesadaran perusahaan-perusahaan akan pentingnya memperlakukan perempuan secara adil mulai meningkat. Hal ini terlihat dari kehadiran perusahaan, organisasi masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada kegiatan ini. Ada lebih dari 10 perusahaan besar, BUMD dan BUMD yang hadir pada acara ini, antara lain Toba Pulp Lestari, Jasa Marga, PT PN III, Pelindo I, Bank Sumut dan Angkasa Pura II.

“Kalau kesadarannya, perusahaan-perusahaan saat ini semakin tinggi, lebih banyak yang peduli soal perempuan. Begitu juga ormas dan LSM, lebih giat memperjuangkan hak-hak perempuan. Ini tentu sangat kita apresiasi, tetapi walau begitu kita akan tetap bekerja, melihat bagaimana implementasinya di lapangan dan memperluas jangkauan ke perusahaan-perusahaan lain,” kata Nurlela.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dengan pembicara-pembicara yang kompeten untuk masalah gender. Di hari pertama, yang menjadi narasumbernya adalah Kabid Partisipasi Organisasi Kemasyarakatan Kementerian PPPA Desi Oktariana. **