Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah memberikan cinderamata kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin pada Pelantikan Dewan Hakim dan Panitera serta Dewan Pengawas MTQ Nasional XXVII tahun 2018 yang diselenggarakan di Hotel Santika Dyandra Medan, Sabtu (6/10/2018)

MEDAN – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meyakini keberadaan 135 orang dewan hakim yang bertugas dalam pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) XXVII 2018 ini mampu memberikan penilaian objektif, transparan dan akuntabel. Karena itu diharapkan event besar ini semakin berkualitas dalam berbagai hal.

“Tentu kualitasnya harus meningkat, bukan hanya pelaksanaan, tetapi juga pesertanya dan yang diperlombakan juga semakin beragam. Tidak hanya soal tilawah, hafalan, tetapi sudah beragam yang diperlombakan, termasuk para pemenangnya nanti,” ujar Menag usai Pelantikan Dewan Hakim dan Panitera serta Dewan Pengawas MTQN XXVII 2018 di Hotel Santika Medan, Sabtu (6/10) malam bersama Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur H Musa Rajekshah.

Melalui mekanisme seleksi dewan hakim yang cukup ketat, hal itu membuat Lukman optimis akan independensi para penilai kualitas peserta lomba yang diikuti 34 provinsi se-Indonesia. Ditambah lagi dengan sistem digitalisasi elektronik, objektivitas, transparansi dan akuntabilitas bisa terwujud. Sehingga diharapkan peningkatan kualitas MTQ secara keseluruhan bisa membaik.

“Jadi melalui seleksi tim rekrutmen itu tersendiri. Semua usulan dari setiap provisni tidak begitu saja diterima oleh kepanitiaan. Jadi dewan hakim itu adalah orang-orang pilihan,” jelasnya.

Selain itu kata Menag, MTQ Nasional kali ini diperlombakan banyak jenis perlombaan. Jika dahulu hanya sebatas tilawah, hafalan dan qiro’at, maka tahun ini sudah masuk di dalamnya juga ada pemahaman isi Alquran, penggunaan bahasa Inggris, Rab, kaligrafi, mushaf, naskah dan sebagainya, bahkan juga bagi kelompok difabel.

“Kita berupaya bahwa esensi Al-Qur’an ini senantiasa bisa terus menjadi acuan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa berpegangan dengan nilai-nilai Alquran,” katanya.

Sementara Gubernur Sumut melalui Wakil Gubernur H Musa Rajekshah mengaku yakin dengan seleksi dewan hakim. Apalagi menurutnya, orang-orang yang dipilih sudah sarat pengalaman dan punya integritas tinggi. Namun dirinya tetap yakin Sumut akan memperoleh juara umum.

“Saya yakin Sumut bisa juara. Karena Sumut dari dulu juga gudangnya qori-qoriah, mudah-mudahan Sumut jadi tuan rumah dan juga juara umum. InsyaAllah,” pungkasnya. (*)