Kepala Disperindag Sumut, Alwin beserta rombongan meninjau pembongkaran garam asal Australia yang diimpor PT Garam di Pelabuhan Belawan.

MEDAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara (Disperindag Sumut) menjamin stok garam untuk ketersediaan masyarakat Sumut dijamin aman, setelah masuknya pasokan garam sebesar 3.600 ton yang dipasok PT. Garindo dari negri asal Kanguru Australia.

“Pekan ini sudah ada masuk 3.600 ton garam yang dipasok PT Garindo dan ada 22.500 ton asal Australia yang sebagian diantaranya untuk Sumut,” ujar Kepala Disperindag Sumut, Alwin di Medan, Minggu (27/8).

Dia mengatakan itu usai meninjau pembongkaran garam asal Australia yang diimpor PT Garam di Pelabuhan Belawan dan meninjau gudang garam tersebut di kawasan Rumah Potong Hewan, Medan Deli. Alwin dan jajarannya langsung meninjau garam yang berada di Kapal Uni Challege Singapore dengan nomor buritan IMO 9606546.

Alwin yang didampingi Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, Misbah dan Kepala UPT Perlindungan Konsumen dan Pengelolaan Standar Medan, Disperindag Sumut, Perdana Pandia menyebutkan kebutuhan garam daerah itu per tahun sebanyak 28.200 ton.

Kebutuhan itu mengacu pada jumlah penduduk Sumut yang 14,1 juta jiwa dengan kebutuhan per kapita 2 kilogram per tahun.

“Disperindag Sumut terus berkoordinasi dengan semua yang terkait termasuk perusahaan pemasok untuk bisa mengatasi kelangkaan garam yang sempat tejadi pascaketatnya pasokan garam dari Madura,” katanya.

Pasokan ketat dari Madura terjadi karena daerah itu mengalami gagal panen akibat curah hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Sumut sendiri, sudah langsung berkoordinasi dan menginformasikan termasuk ke pemerintah pusat saat mulai terjadi kelangkaan.

“Mudah- mudahan kelangkaan garam bisa teratasi di Sumut,” ujar Alwin.

Dengan kelangkaan teratasi, maka harga jual juga bisa ditekan kembali ke angka normal. Akibat langka, harga garam kualitas bagus sempat mencapai Rp8.000 per kg dari harga normal Rp6.000 per kg.

Corparate Secretary PT. Garam (Persero), Hartono mengakui, garam impor asal Australia yang dipasok perusahaan tersebut sudah masuk ke Pelabuhan Belawan, Sumut pada Jumat lalu.

“Garam impor yang masuk Pelabuhan Belawan sebanyak 22.500 ton dan sedang dalam proses bongkar itu untuk kebutuhan di Sumatera termasuk Sumut,” katanya.

Dia tidak merinci berapa alokasi untuk Sumut karena akan didistribusikan ke industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah sesuai permintaan pemerintah kota/kabupaten yang sudah diverifikasi.

“Distribusi diharapkan lancar apalagi diawasi Satgas Pangan,” katanya.

Hartono mengatakan garam sebanyak 22.500 ton yang masuk ke Pelabuhan Belawan merupakan tahap ketiga. Tahap pertama sebanyak 25.000 ton melalui pelabuhan di Banten, 10 Agustus 2017 yang diperuntukkan bagi warga Jawa Barat, sebagian wilayah di Jawa Tengah, dan Kalimantan.

Adapun tahap kedua melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 27.500 ton untuk didistribusikan ke Jawa Timur dan sebagian wilayah Jawa Tengah. “Garam baku yang disalurkan melalui berbagai IKM itu harus diyodisasi atau pemberian yodium ke garam,” katanya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.