MEDAN – Dalam rangka penguatan Sumatera Utara sebabai Provinsi Literasi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara bekerjasama dengan Forum Masyarakat literasi Sumatera Utara menggelar kegiatan yang akan memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI). Tidak tanggung-tanggung, untuk kegiatan yang digelar Kamis, 13 Desember di Gedung Serbaguna ini panitia menargetkanm pemecahan tiga rekor Muri yakni menulis pantun terbanyak, pembuatan alat peraga big book terbanyak dan swafoto terbanyak dengan Gubernur Sumut, T Erry Nuradi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provsu Ferlin Nainggolan dalam kegiatan Konprensi Pers bersama Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu di Ruang Pers Lantai 1 Kantor Gubsu, Senin. Hadir dalam kesempatan itu narasumber Sekretaris Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara (Formalsu) Agus Marwan dan moderator Kasubbag Hubungan antar Lembaga Salman Tanjung.

Dikatakan Ferlin pemecahan tiga rekor MURI tersebut merupakan salah satu strategi untuk membangun opini publik sehingga masyarakat bisa terpengaruh dalam rangka penguatan Sumatera Utara sebagai provinsi literasi. “Tujuannya agar literasi di Sumut semakin meningkat sehingga secara langsung diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia Sumatera Utara ,” kata Ferlin.

Penghargaan MURI ini nantinya akan berlangsung di Gedung Serbaguna Pemprovsu, Jalan Willem Iskander Medan dengan melibatkan 15 ribu pelajar,mahasiswa dan masyarakat umum dari 11 kabupaten/kota. Untuk MURI menulis pantun terbanyak nantinya lebih ditulis lebih kurang 10 ribu. “Sebelumnya, rekor ini pernah dicatat oleh Tebingtinggi dengan menghadirkan menulis pantun sebanyak 5.000 orang. Namun kita kembali mecahkan MURI di atasnya. Makanya akan ada sekitar 10 ribu penulis pantun,” sebutnya.

Begitu juga untuk alat pembuatan peraga big book. Beberapa bulan sebulan, Pemprovsu juga telah menerima MURI untuk penggunaan big book terbanyak. Dan kali ini yang meraih MURI adalah pembuatan big book terbanyaknya. Terakhir adalah MURI swafoto terbanyak bersama Gubernur Sumur.

“Ada 25 ribu orang yang nantinya berswafoto (selfie) bersama Pak Gubernur. Jadi teknisnya, nanti Pak Gubernur pakai tongkat selfie dan berfoto bersama 500 peserta misalnya. Kemudian dilanjutkan lagi sampai beberapa kali jepret sehingga 25 ribu peserta dapat berfoto selfie semuanya,” sebutnya.

MURI ini juga sebelumnya pernah tercatat di Sumatera Selatan. “Mereka berswafoto dengan 5000 orang. Makanya kita naikin jumlahnya,” sebutnya. Para peserta yang hadir direncanakan yakni dari siswa tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa hingga kalangan umum. Hal ini dilakukan untuk mendukung gerakan literasi di Sumut. “Seperti kita ketahui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provsu terus mendukung agar masyarakat kita terus membudaykan membaca. Karena budaya membaca sejalan dengan meningkatkan kecerdasan masyarakat di suatu daerah,” kata Ferlin.

Apalagi belakangan ini keberadaan teknologi informasi harus kita serap dengan penggunaan dan keterampilan menulis. “Mau tidak mau masyarakat kita harus siap dengan ini semua. Untuk itu lewat gerakan literasi ini, semuanya akan kita wujudkan,” sebutnya. Agus Marwan menambahkan, baru 10 kabupaten/kota di Sumut yang memiliki forum literasi masyarakat. Ke depan untuk 2018, pihaknya menargetkan semua kabupaten/kota di Sumut telah terbentuk forum literasi masyarakat Sumutnya

Dalam rangka penguatan Sumatera Utara sebagai Provinsi Literasi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara bekerjasama dengan Forum Masyarakat literasi Sumatera Utara menggelar kegiatan yang akan memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI). Tidak tanggung-tanggung, untuk kegiatan yang digelar Kamis, 13 Desember di Gedung Serbaguna ini panitia menargetkanm pemecahan tiga rekor Muri yakni menulis pantun terbanyak, pembuatan alat peraga big book terbanyak dan swafoto terbanyak dengan Gubernur Sumut, T Erry Nuradi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provsu Ferlin Nainggolan dalam kegiatan Konprensi Pers bersama Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu di Ruang Pers Lantai 1 Kantor Gubsu, Senin. Hadir dalam kesempatan itu narasumber Sekretaris Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara (Formalsu) Agus Marwan dan moderator Kasubbag Hubungan antar Lembaga Salman Tanjung.

Dikatakan Ferlin pemecahan tiga rekor MURI tersebut merupakan salah satu strategi untuk membangun opini publik sehingga masyarakat bisa terpengaruh dalam rangka penguatan Sumatera Utara sebagai provinsi literasi. “Tujuannya agar literasi di Sumut semakin meningkat sehingga secara langsung diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia Sumatera Utara ,” kata Ferlin.

Penghargaan MURI ini nantinya akan berlangsung di Gedung Serbaguna Pemprovsu, Jalan Willem Iskander Medan dengan melibatkan 15 ribu pelajar,mahasiswa dan masyarakat umum dari 11 kabupaten/kota. Untuk MURI menulis pantun terbanyak nantinya lebih ditulis lebih kurang 10 ribu. “Sebelumnya, rekor ini pernah dicatat oleh Tebingtinggi dengan menghadirkan menulis pantun sebanyak 5.000 orang. Namun kita kembali mecahkan MURI di atasnya. Makanya akan ada sekitar 10 ribu penulis pantun,” sebutnya.

Begitu juga untuk alat pembuatan peraga big book. Beberapa bulan sebulan, Pemprovsu juga telah menerima MURI untuk penggunaan big book terbanyak. Dan kali ini yang meraih MURI adalah pembuatan big book terbanyaknya. Terakhir adalah MURI swafoto terbanyak bersama Gubernur Sumur.

“Ada 25 ribu orang yang nantinya berswafoto (selfie) bersama Pak Gubernur. Jadi teknisnya, nanti Pak Gubernur pakai tongkat selfie dan berfoto bersama 500 peserta misalnya. Kemudian dilanjutkan lagi sampai beberapa kali jepret sehingga 25 ribu peserta dapat berfoto selfie semuanya,” sebutnya.

MURI ini juga sebelumnya pernah tercatat di Sumatera Selatan. “Mereka berswafoto dengan 5000 orang. Makanya kita naikin jumlahnya,” sebutnya. Para peserta yang hadir direncanakan yakni dari siswa tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa hingga kalangan umum. Hal ini dilakukan untuk mendukung gerakan literasi di Sumut. “Seperti kita ketahui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provsu terus mendukung agar masyarakat kita terus membudaykan membaca. Karena budaya membaca sejalan dengan meningkatkan kecerdasan masyarakat di suatu daerah,” kata Ferlin.

Apalagi belakangan ini keberadaan teknologi informasi harus kita serap dengan penggunaan dan keterampilan menulis. “Mau tidak mau masyarakat kita harus siap dengan ini semua. Untuk itu lewat gerakan literasi ini, semuanya akan kita wujudkan,” sebutnya. Agus Marwan menambahkan, baru 10 kabupaten/kota di Sumut yang memiliki forum literasi masyarakat. Ke depan untuk 2018, pihaknya menargetkan semua kabupaten/kota di Sumut telah terbentuk forum literasi masyarakat Sumutnya