Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyampaikan pidato pertamanya di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (10/9/2018). Gubernur berjanji untuk mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang bermartabat untuk lima tahun kedepan. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

MEDAN – Untuk mewujudkan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) yang bermartabat, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan ada lima program prioritas yang telah dirumuskan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Hal ini disampaikannya pada Rapat Paripurna DPRD Sumut tentang Penyampaian Pidato Sambutan Gubernur Sumut Masa Jabatan 2018-2023, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (10/9).

Penyampaian Pidato Sambutan Gubernur dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Mendagri Nomor SE/162/3484/OTDA tanggal 19 Mei 2017. Mengamanatkan bahwa pasca pelantikan, Gubernur menyampaikan pidato pada sidang paripurna DPRD. “Untuk itu, Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan DPRD yang telah memberikan kesempatan kepada kami,” ujar Edy, yang didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Edy menyampaikan, 5 program prioritas yang telah dirumuskan tersebut, yakni pengurangan angka pengangguran dengan memprioritaskan ketatatenagakerjaan, pendidikan yang mencerdaskan, pembangunan infrastruktur yang cukup untuk mendukung kenyamanan masyarakat, dan penyediaan layanan kesehatan yang mutakhir.

”Serta yang kelima, yaitu peningkatan daya saing masyarakat dengan memprioritaskan Sumut kembali pada sektor agraris. Melalui peningkatan daya saing masyarakat ini, kita akan mewujudkan masyarakat Sumut yang berpenghasilan cukup, ketersediaan bahan pangan, dan terjangkaunya harga barang bagi masyarakat,” ucapnya.

Edy menegaskan, diperlukannya kemitraan bersama antara tiga pilar untuk mencapai kelima program prioritas dan mewujudkan Sumut Bermartabat. Ketiga pilar yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat. “Kemitraan strategis inilah yang akan kita jalankan kedepan untuk melaksanakan amanat Presiden pada kami saat pelantikan, yaitu mengejar ketertinggalan pembangunan di Sumut,” katanya.

Pada kesempatan itu, Edy juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumut yang telah memberikan amanah kepada dirinya dan Wakil Gubernur untuk memimpin Sumut selama lima tahun ke depan.

Kepada DPRD Sumut, unsur Forkopimda, para teknokrat, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, budayawan, LSM, lembaga kepemudaan, dan seluruh masyarakat Sumut, Edy meminta dukungan dan kerja sama untuk keduanya selama lima tahun kedepan.

Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman mengucapkan selamat bertugas kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut masa jabatan 2018-2023. “Kami mengharapkan, Saudara dapat bekerja dengan amanah dan dapat meningkatkan kerja sama yang baik dengan DPRD Sumut dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menuju Sumut yang bermartabat,” ujarnya.

Kepada Edy, Wagirin mengingatkan bahwa cita-cita besar tersebut tidak bisa dilakukan dengan kinerja biasa. Diperlukan terobosan yang luar biasa. Untuk itu, Wagirin menyampaikan bahwa DPRD Sumut siap bekerja sama sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab.

“Kami menyarankan agar Gubernur mulai mengevaluasi tenaga-tenaga inti Pemerintah Provinsi Sumut. Untuk menghindari turbulensi politik, kita juga mengambil langkah terobosan sebagai wakil rakyat. Kami sepakat atas nama keputusan rapat paripurna untuk mengundang KPK sebagai supervisi dalam pembahasan APBD setiap tahun,” paparnya.

Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Sumut, unsur Forkopimda, Walikota/Bupati se-Sumut, OPD Pemprovsu, anggota PKK dan Dharma Wanita, perwakilan negara sahabat, masyarakat umum dan undangan lainnya.**