LABURA – Setelah melakukan monitoring ke Tebing Tinggi Ketua TP PKK Provsu Ny Evi Diana Erry Nuradi bersama unsur pengurus PKK Sumut melakuan monitoring dan evaluasi ke Kabupaten Labuhanbatu Utara, Selasa (14/11). Monitoring dilakukan khusus untuk program penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Tim Monitoring Lomba PKK Sumut langsung diterima Ketua TP PKK Labura Hj Elly Jarwati , Wakil Bupati Labura serta sejumlah kader TP PKK Labura , Camat se Labura bertempat di Balai Desa Landut Kecamatan Kualu Hulu.

Menurut Evi Diana, salah satu kegiatan lomba adalah upaya Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Perilaku kekerasan dalam rumah tangga hingga kini masih menjadi persoalan besar, karena itu PKK masih konsen dalam kekerasan yang terjadi khususnya di dalam rumah tangga,” ujarnya.

Menurut Evi kekerasan dalam rumah tangga bisa dilakuka oleh orang dekat dari korban, seperti suami kepada istri atau sebaliknya dan orang tua pada anaknya.

“Peran untuk merangkul dan memberi bimbingan kepada keluarga khsusunya yang dalam kasus KDRT, PKK lakukan pembinaan agar ke depan Indonesia khususnya Sumut terhapus dari KDRT sekaligus mensejahterakan ekonomi perempuan atau ibu rumah tangga,” ujarnya.

 

Di kesempatan itu Ny Evi Diana mengatakan kedatangannya merupakan tindak lanjut hasil dari tahap monitoring di bulan September 2017 dan terpilih 15 Kabupaten/Kota, 6 kota yang masuk nominasi , 6 untuk Kabupaten dan 3 besar kota bagi masing-masing kegiatan lomba.

“Saya sangat bangga kepada daerah yang masuk nominasi, dan lebih meningkatkan berbagai kualitas kedepan,”paparnya.

Pada kesempatan itu Ny Evi Diana mengatakan bahwa pada minggu pertama secara serentak 12 tim gabungan TP PKK dan Dinas /instansi terkait dari Provsu dan masuk nominasi 5 kegiatan lomba yaitu tertin administrasi, PKDRT, UP2K PKP, Hatinya PKK dan tes IVA.

Di samping itu Kabupaten /Kota yang masuk pada tahap evaluasi merupakan daerah yang lulus saringan nominasi terbaik ditahap monitoring TP PKK.

“Tujuan dan maksud kedatangan tersebut melakukan tak hanya monitaring dan wawancara, yang untuk memilih darerah terbaik,”jelasnya

Sementara Ketua TP PKK Labura Hj Ely Jarwati menjelaskan pembinaan tidak hanya pada kasus KDRT juga untuk meningkatkan derajat serta kesejahteraam perempuan , maka dengan Tree Enos yakni hentikan kekerasan dalam rumah tangga (perempuan dan anak), akhiri perdagangan manusia juga akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan.

“Saya berharap kasus KDRT di Labura bisa terhapuskan dan ekonomi perempuan di rumah bisa sejahtera,”paparnya

KDRT ini harus segera di hapuskan sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2004 mengenai Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) yang diharapkan dapat menjadi payung perlindungan hukum bagi anggota dalam rumah tangga, khususnya perempuan, dari segala tindak kekerasan.