Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si menerima audiensi dari Bank Indonesia Regional Sumut di ruang kerja Sekdaprovsu, Kantor Gubsu lt. 9, Senin (20/8) (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu)

MEDAN – Gubernur Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) atas pengelolaan inflasi Sumut untuk tahun 2017-2018 yang terkelola dengan baik.

Hal itu disampaikan Direktur BI Kantor Perwakilan Sumut Hilman Tisnawan ketika berkunjung ke Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (20/8). Hilman dan rombongan diterima Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi di ruang kerjanya.

Hilman menyampaikan bahwa kedatangannya adalah untuk menyerahkan surat apresiasi dari Gubernur BI, sekaligus kajian ekonomi regional Sumut triwulan II tahun 2018. “Selain untuk bertukar pikiran tentang pertumbuhan ekonomi Sumut saat ini, kedatangan kami juga bermaksud untuk mengundang kehadiran Ibu di beberapa agenda terdekat kami. Diantaranya Inversor Forum di Singapura, membuka rapat TPID, dan rapat koordinasi di Yogyakarta,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekdaprovsu Sabrina mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan. “Atas nama Pemprovsu, Saya ucapkan terima kasih untuk apresiasi yang kami terima. Tentunya, ini berkat kerja sama yang baik oleh semua pihak,” ujar Sabrina.

Tahun ini, kata Sabrina, Deli Serdang menerima penghargaan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kategori berprestasi. Dua kota lainnya, Medan dan Tebing Tinggi, masuk nominasi. “Mudah-mudahan kedepannya lebih banyak lagi kabupaten atau kota yang memperoleh pernghargaan,” harapnya.

Sejauh ini, Sabrina mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Sumut sudah baik. Hanya saja, struktur ekonominya masih lemah, masih banyak ditopang oleh aktivitas konsumsi masyarakat dan investasi, baik oleh proyek infrastruktur pemerintah dan investasi swasta.

Sabrina menilai salah satu kendala dalam pertumbuhan ekonomi Sumut yakni lemhanya komoditas primer dan tekanan dari sisi harga komoditas yang melambat. “Untuk masalah ini, Saya berencana untuk melibatkan Dewan Riset Daerah, banyak ahli disana, siapa tahu mereka bisa memberikan kita masukan-masukan dengan berlandaskan data-data hasil riset,” katanya.

Pembangunan-pembangunan di Sumut untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih baik juga sudah banyak terealisasi. Termasuk Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung, dan rencana pengembangan kawasan Aetropolis Kuala Namu yang akan terintegrasi dengan dua pelabuhan, Belawan dan Kuala Tanjung.

“Danau Toba juga kita harapkan akan menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi melalui sektor wisata. Saat ini, kita sedang menantikan hasil asesmen dari tim UNESCO, mudah-mudahan Danau Toba diakui menjadi salah satu situs geopark, dan meningkatkan jumlah pengunjung,” tutur Sabrina.**