Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meninjau lokasi pembangunan SMK Perkebunan di Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (15/10/2018). Peninjauan ini dilakukan gubsu disela meninjau lokasi bencana banjir bandang di kecamatan tersebut.

MADINA– Setali tiga uang, kunjungan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi disempatkan meninjau lokasi sekolah (madrasah) yang terkena dampak banjir bandang di Madina. Bahkan dari pertemuan di lapangan, dirinya berjanji akan berupaya membangun sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Ulu Pungkut, Senin (15/10) sore.

Selain memantau sekaligus menggelar pertemuan di lapangan untuk tindak lanjut penanganan pasca banjir bandang, Gubernur pun turut menyahuti aspirasi masyarakat yang menginginkan didirikannya sekolah menengah kejuruan (SMK) di kecamatan tersebut. Didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis dan Kadishut Harlen Purba,  Edy pun langsung mencari jalan agar penyediaan lahan di tempat itu difasilitasi oleh pemerintah setempat.

“Sekarang mau dirikan sekolah (SMK) perkebunan. Kita akan upayakan mencari lahan di kecamatan ini. Kalau memang tersedia, kita akan siapkan. Itu janji saya,” sebut Gubernur.

Dirinya melihat bahwa kawasan perkampungan di tengah hutan lebat di Madina tersebut merupakan potensi yang harus dimanfaatkan tanpa harus merusak alam seperti pembalakan liar. Karena itu menurutnya, sudah perlu dibangun satu sekolah di kecamatan ini, mengingat belum ada SMK yang kini menjadi kewenangan dari pemerintah provinsi (Pemprov).

Usai menyetujui rencana tersebut, Edy pun langsung mencari dan menghubungi tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk penggunaan lahan pembangunan sekolah dimaksud. Mengingat di Desa itu, akan taati ulayat/adat dan hutan lindung milik negara, juga ada tanah milik warga. Karenanya ia langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kita nanti lihat dan pastikan, dimana lahan di kecamatan ini yang bisa dibangunkan sekolah. Sekitar 1,5 hektar sudah bisa,” katanya.

Pun begitu, Edy juga meminta agar pemilihan lahan untuk membangun sekolah tersebut, dipastikan tidak berada di lokasi yang rawan seperti tingkat kemiringan dan posisi dengan tebing. “Kita minta siapkan tempatnya, kalau memang bisa kita akan bangun,” pungkasnya, sambil berjalan ke lokasi pengungsian korban banjir bandang di Madina. **