Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menghadiri pengukuhan Pengurus Besar Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (PB GAMI) di Ballroom Hotel JW Marriot Jalan Putri Hijau Medan, Minggu (14/10/2018). Gubsu berharap agar kedepan Melayu tidak terpecah pecah. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan masyarakat Melayu harus tetap bersatu dan tidak boleh terpecah-pecah di kemudian hari. Sehingga masyarakat Melayu dapat tetap eksis dan berperan dalam pembangunan di Sumut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Edy pada acara pengukuhan Pengurus Besar Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (PB GAMI) periode 2017-2022 di Hotel J W Marriot Medan, Minggu malam (14/10).

Gubernur Edy mengatakan, posisi Sultan sangat penting bagi kesatuan masyarakat Melayu. Karena itu, Edy berharap, semua Sultan Melayu untuk menggagas suatu konsep, bagaimana agar masyarakat Melayu ke depan tetap bersatu dan tidak tercerai berai. “Tidak ada yang mau menjaga kesatuan orang Melayu, kalau bukan orang Melayu sendiri,” ujar Edy.

Edy juga mengimbau masyarakat Melayu untuk tetap menjaga budayanya dan membesarkannya, agar terus terpelihara. “Tidak mungkin kalau bukan puak Melayu sendiri yang membesarkanya, ada suku lain yang mau membesarkannya?” ungkapnya.

Organisasi pemuda seperti GAMI, menurut Edy, sangat penting sebagai wadah pendidikan kaum muda Melayu. Di masa depan pemuda harus lebih banyak berperan dalam membangun Indonesia, khususnya Sumut. “Anak muda Melayu tidak boleh membuat Melayu hilang ditelan bumi,” katanya.

Sementara itu, Dewan Penasehat PB GAMI sekaligus Anggota DPR RI Muhammad Ali Umri mengatakan GAMI tidak hanya untuk Sumut, namun GAMI bisa didirikan di seluruh Indonesia. “Bisa didirikan dimana saja, yang banyak masyarakat Melayunya, Kalimantan misalnya bahkan Jakarta,” ujarnya.

Ali Umri mengharapkan, pengurus PB GAMI tidak hilang setelah dilantik. Banyak organisasi yang pengurusnya kompak pada saat dilantik, namun kemudian menghilang dan tidak peduli pada organisasinya. Untuk itu, Ali Umri mengimbau para pengurus yang baru dilantik agar selalu kompak.

Selain itu, pengurus PB GAMI juga diharapkan bisa menyatukan semua komponen masyarakat, termasuk semua etnis yang ada di NKRI. Serta bisa membantu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. “Semua etnis yang ada di NKRI kita ajak untuk bergabung dan menjaga kedamaian di NKRI,” katanya.

Presiden PB GAMI 2017-2022 Hefriansyah Noor pada kesempatan tersebut mengatakan, organisasinya siap berperan dan berkontribusi membangun bangsa. “Cukuplah kita bertopang dagu, bangkitlah saudara saudara, jangan terlalu bereuforia dengan keemasan di masa lalu,” katanya kepada para pengurus.

Hefriansyah mengajak pemuda Melayu untuk meningkatkan kapastias diri dan produktivitas, sehingga bisa menjadi pionir dalam kebangkitan generasi muda Melayu. “Kita hapus segala stereotip buruk tentang Melayu. Sesuai nilai luhur budaya Melayu yang Islami,” tuturnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Sultan Langkat Azwar Abdul Djalil Rahmatshah, serta sejumlah pemangku adat Melayu di Sumut.**