Gubernur Sumatera Utara yang juga Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi menyaksikan laga pertandingan sepakbola U19 antara PSMS Medan melawan Sriwijaya Palembang di Stadion Teladan Medan, Sabtu (29/9/2018). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu).

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyaksikan laga U-19 antara Sriwijaya FC melawan PSMS, Sabtu sore (29/9) di Stadion Teladan Medan. Kedatangan, Edy Rahmayadi mengenakan baju berwarna hijau gelap disambut kedua tim kesebelasan dengan bersalaman dan foto bersama. “Di sini bermain bola ya, jaga sportifitas,” ucap Edy.

Edy Rahmayadi, yang juga Ketua Umum Persatuan Sepakbola Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tampak serius menyaksikan laga yang berlangsung cukup sportif dan kondusif. Hanya sekali turun dari tribun untuk sholat, kemudian melanjutkan menonton pertandingan hingga 2 kali 45 menit berakhir.

Hasil dari laga tersebut, Sriwijaya FC sukses mendulang poin penuh 3 angka, setelah mengalahkan tuan rumah PSMS 3 – 0 dalam laga perdana Grup A Liga 1 U-19, di Stadion Teladan di Medan. Gol-gol Sriwijaya FC diciptakan Riski Fajar Saputra pada menit ke-47, Rafif Putra Adri menit ke-52, dan Saut Turnip pada menit ke-86.

Pelatih Sriwijaya FC U-19 Robby Saut usai pertandingan mengatakan kemenangan anak-anak asuhnya tidak terlepas dari kesabaran dan kerja sama tim, sertta tidak terpancing oleh permainan yang diterapkan lawan.

Selain itu, permainan dengan merapkan permainan kolektif dinilai cukup bagus meredam permainan lawan, sehingga sepanjang laga mereka bisa meladeni permainan tuan rumah dan akhirnya bisa memenangi laga dengan skor 3 – 0.

“Terima kasih kepada anak-anak yang bermain dengan cukup baik dan tenang. Kesabaran adalah kunci kemenangan kami dan semua pemain cukup disiplin menjalankan tugasnya masing-masing,” kata Robby.

BACA JUGA  Edy Rahmayadi "Kepala Camat Jangan Tidur Aja" Kunjungan Kepulauan Nias

Dia juga mengakui sebelum laga sudah mengetahui pola permainan yang akan diterapkan lawan yang tentunya akan menerapkan permainan khas anak Medan, yakni permainan keras dan ngotot. “Kami tahu mereka akan menerapkan permainan ngotot dan saya instruksikan kepada anak-anak untuk tidak takut dan bermain lebih sabar. Hasilnya kita bisa menang,” katanya.

Sementara itu, pelatih PSMS U-19 M Fidel Ganis Siregar mengatakan hasil buruk ini menjadi catatan tersendiri agar ke depannya bisa lebih baik lagi. “Banyak yang harus kami evaluasi pada tim, terutama pada barisan pertahanan yang masih sangat mudah diterobos lawan, demikian juga dengan barisan depan yang meski banyak mendapat peluang tapi gagal membuahkan gol,” tuturnya.**