Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengikuti tahlilan di posko pengungsian untuk mendoakan para korban bencana banjir bandang di desa Muara Saladi, Kec. Ulu Pungkut, Kab. Mandailing Natal, Senin (15/10/2018)

MADINA – Usai meninjau korban banjir bandang Madina di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut, Madina, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) H Edy Rahmayadi turut menghadiri acara tahlilan tiga malam pasca kejadian, Senin (15/10) malam, sekaligus mengirimkan doa untuk korban meninggal dunia.

Edy pun terlihat membaur bersama masyarakat di posko pengungsian korban banjir bandang yang hingga kini masih menetap sementara, sebelum ada relokasi ke lahan yang akan disediakan pemerintah setempat. Selain membacakan takhtim dan tahlil, doa turut dipanjatkan kepada para korban meninggal.

Memutuskan menginap di rumah warga, Gubernur pun sempat berbincang bersama Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan pejabat Pemprov Sumut, terkait kondisi warga serta upaya penanganan pasca bencana. Meskipun sebelumnya, ia telah menginstruksikan jajaran serta pemerintah setempat agar mengambil langkah cepat.

Selanjutnya, Gubernur juga menyusuri kawasan hulu sungai serta hutan sekira pukul 05.30 WIB, Selasa (16/10), bersama rombongan. Kegiatan tersebut guna memantau kondisi perbukitan yang banyak terjadi longsor dan menimpa ruas jalan di beberapa titik. Termasuk badan jalan yang ambrol akibat tergerus air dan arus sungai.

“Kita berbelasungkawa kepada rakyat kita yang kena musibah. Makanya ini harus kita cari jalan keluarnya. Secepatnya akan kita kerjakan (penanganan pasca banjir),” ujar Edy yang meminta agar warga tidak lagi bertempat tinggal di sempadan sungai.

Sebelum beranjak, Gubernur juga menyinggahi sejumlah sekolah. Dirinya berharap generasi muda terus belajar dan memahami bahwa menjaga kelestarian alam merupakan hal penting. “Apalagi Madina ini potensinya sangat kita andalkan. Makanya saya ingin mempelajari daerah kita. Bagaimana kita bisa berbuat untuk daerah ini,” pungkasnya.**