Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menerima audiensi Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Kota Medan di ruang rapat EWP Tambunan, Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro No. 30 Medan, Jum'at (17/5/2019). Audiensi ini bertujuan untuk berkomunikasi dengan Gubernur mengenai Lapangan Merdeka Medan. (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra).

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyambut baik upaya “memerdekakan” atau mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka Medan sebagai ruang terbuka hijau untuk rakyat. Sebagai warisan sejarah, Lapangan Merdeka juga harus dirawat dan dijaga.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi ketika menerima audiensi Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Kota Medan di Ruang Rapat Gubernur lt.10, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (17/5).

“Jadi saya memang tidak setuju Lapangan Merdeka jadi seperti itu, dulu waktu saya masih kecil main-main di situ, saya besar juga mengerek bendera di situ, upacara 17 Agustus waktu itu juga ditembakkan meriam 17 kali di situ, jadi mari Lapangan Merdeka kita merdekakan,” ujar Gubernur.

Gubernur mengatakan, Lapangan Merdeka sebagai warisan sejarah harus dirawat dan dijaga. “ Di Sumut ini lapangan besar warisan sejarah hanya tinggal beberapa saja selain Lapangan Merdeka. Ini harus dirawat dan dijaga,” kata Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi mengharapkan agar pihak yang memperjuangkan Lapangan Merdeka Medan tersebut tidak memiliki kepentingan pribadi, tetapi benar-benar untuk kepentingan masyarakat. “Saya tidak ada kepentingan pribadi, itu menjadi tempat hiburan massal, orang nyaman di situ,” katanya.

Gubernur juga meminta Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Medan agar terus berkomunikasi dan berkoordinasi denganya terkait Lapangan Merdeka Medan. Gubernur juga mengajak koalisi masyarakat sipil untuk bersama-sama membenahi Sumatera Utara.

BACA JUGA  Gubernur dan 8 Kepala Daerah Baru di Sumut Komitmen Cegah Korupsi

Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Kota Medan yang juga mewakili komunitas taman, Miduk Hutabarat mengatakan pihaknya ingin berkomunikasi dengan Gubernur tentang upaya mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka sebagai ruang terbuka hijau. Lapangan Merdeka saat ini menyalahi aturan tata ruang serta sebagai warisan sejarah.

Miduk mengharapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bergerak lebih dulu lewat instansinya. Setelah itu baru berkomunikasi ke pihak swastanya. “Yang penting Pak Gubernur Edy Rahmayadi bentuk tim dulu dan intens berkomunikasi dengan koalisi, entah itu secara informal maupun formal,” harapnya.

Turut hadir Asisten Pemerintahan Pemprov Sumut Jumsadi Damanik, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Suriadi Bahar, serta anggota Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Medan lainnya. **