Gubsu Dr Ir H Tengku Erry Nuradi menyambut pejabat LPP RRI dalam acara jamuan makan malam terkait akan dilangsungkannya Konser Kebangsaan 2018 di Medan. Jamuan Makan malam digelar di rumah Dinas Gubsu, Selasa malam (24/2)

MEDAN – Gubsu, Dr Ir H Tengku Erry Nuradi megapresiasi Konser Kebangsaan 2018 yang digelar Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI). Kegiatan yang akan diselenggarakan pada 25 April mendatang menempatkan kota Medan sebagai tuan rumah dan direncanakan akan dilangsungkan di Medan International Convention Center.

Hal itu disampaikan Gubsu saat menyambut pejabat LPP RRI dalam acara jamuan makan malam di rumah dinas Gubsu, Selasa malam (24/2). Dalam kesempatan tersebut, Gubsu menyampakan Sumatera Utara adalah negeri berbilang kaum. Setidaknya terdapat 8 etnik lokal yang menjadi ciri khas provinsi dengan populasi terbesar ke 4 di Indonesia. Dikatakannya, Sumatera Utara, khususnya kota Medan menjakota dengan pendengar RRI terbanyak. “Saya yakin, RRI punya pendengar terbanyak dari media yang ada,” kata Gubsu.

RRI, lanjut Gubsu, adalah lembaga penyiaran publik pertama di Indonesia. Selain dicintai oleh masyarakatnya, RRI juga mengikuti perkembangan zaman terutama teknologi. “Saya yakin, RRI di bawah pimpinan Dirut, RRI dapat terus mengembangkan teknologinya sehingga RRI seratus persen menjangkau Indonesia,” ujar Gubsu.

Menurut Gubsu, RRI sebagai sebuah media memiliki beberapa fungsi. Diantaranya fungsi informasi, hiburan, pendidikan, serta sebagai kontrol sosial. “Tentu dalam menjalankan pemerintahan, informasi yang disampaikan kepada masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Salah satunya melalui lembaga penyiaran publik seperti TVRI, RRI, penyiaran swasta dan media sosial,’ ujar Gubsu.

Sebagai lembaga penyiaran publik pertama di Indonesia, RRI sudah memiliki peran penting. Seperti menyiarkan informasi pada para pejuang di masa lalu. Untuk konten Sumut, Gubsu berharap RRI mengangkat konten lokal yang dulu pernah terkenal, seperti bintang radio, acara keroncong, bahkan acara anak. “Semua itu dipopulerkan oleh RRI, walaupun hari ini banyak TV dan Radio swasta, RRI pasti tetap dicari karena ada ciri khas yang berasal dari suara penyiarnya yang enak didengar,” kenang Gubsu.

Gubsu mengatakan masa lalu bukan berarti masa yang tertinggal. Ciri khas RRI pada masa lalu sangat dirindukan oleh publik. “Justeru masa lalu menjadi kenangan manis, kenangan yang ingin kita rasakan lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI, M Rohanuddin mengatakan, RRI hadir memberikan sesuatu yang besar untuk Indonesia. Jumlah RRI di Indonesia saat ini sebesar 97 stasiun, 222 stasiun relay, dan 37 diantaranya ada di perbatasan negara Republik Indonesia.

Rohanuddin mengatakan, RRI sangat penting bagi NKRI. Misalnya saat ISIS sedang menjadi isu hangat. Saat itu, untuk menangkal masuknya ISIS ke Indonesia, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar RRI masuk ke pulau Miangas. Pulau Miangas berjarak hanya 3jam dari Filipina. “Dari sini terlihat betapa pentingnya RRI bagi Indonesia,” kata Rohanuddin.

Terkait konser kebangsaan, Kota Medan adalah kota pertama yang terpilih sebagai tuan rumah konser kebangsaan LPP RRI tahun 2018. Konser kebangsaan diadakan dengan tujuan untuk membangun semangat kebangsaan serta merapatkan bangsa. “RRI tidak membuat kegaduhan, malah RRI membuat keteduhan,” ujar Rohanuddin.

Hal serupa dikatakan oleh Kepala RRI Medan, Nawir Nawhu. Menurutnya konser kebangsaan ini salah satu kegiatan yang bisa memupuk jiwa kebangsaan generasi muda, khususnya generasi muda Kota Medan. Jiwa kebersamaan pun bisa ditumbuhkan melalui konser kebersamaan. “Seperti yang kita tahu, Sumatera Utara adalah provinsi dengan ragam etnis,’ kata Nawir.

Hadir pada jamuan makan malam tersebut Kepala Dinas Kominfo Provsu, Muhammad Fitriyus, Kepala stasiun RRI se-Sumatera dan Indonesia, pejabat-pejabat RRI serta tamu udangan yang lain. (*)