MEDAN – Gubsu Tengku Erry Nuradi dan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin bersama ribuan jemaah menghadiri Doa dan Dzikir Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 H di Lapangan Benteng Medan, Kamis (21/9). Dengan penuh khusuk semua mengikuti Dzikir dan Doa Bersama yang dipandu KH Buya Amiruddin MS.

Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, Dandim 0201/BS Kol Inf Bambang Herqutanto, Sekda Kota Medan/ Syaiful Bahri Lubis, pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan, camat, lurah kepala lingkungan, alim ulama, tokoh masyarakat serta ibu-ibu pengajian, Gubsu mengatakan acara peringatan tahun baru Islam ini merupakan momentum yang tepat untuk mengkaji kembali apa yang telah dilakukan selama tahun lalu.

“Ini momentum kita untuk mengkaji diri apa yang telah kita lakukan selama tahun lalu, baik yang berhubungan dengan ibadah kepada Allah maupun hubungan sesama manusia sebagai mahkluk sosial. Disamping itu perlu juga dikaji kembali peran serta kita dalam mensukseskan pembangunan di Medan maupun di Sumut,” ujar Erry.

Lebih lanjut dikatakan Erry, satu hal yang penting menjadi perhatian dalam menyambut tahun baru Islam ini adalah bagaimana upaya kita, untuk mendorong peningkatan semangat dan kemauan kita dalam merubah sikap mental individu sebaai upaya dalam proses kebangkitan dunia Islam ke depan.

“Sebagaimana kita ketahui hijrah nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah telah membawa perubahan dari zaman jahiliyah menuju peradaban yang mahdaniah di bawah naungan cahaya ilahi,” katanya.

Oleh karenanya, umat Islam diharapkan dapat memaknai hijrah sebagai momentum perubahan diri menjadi lebih baik, hijrah mengandung makna pemisah yang benar dan yang bathil, mengubah mental perilaku dari yang tidak baik menjadi baik. “Perubahan itu memang tidak mudah tapi kita terus berupaya untuk melakukan perubahan, seperti dalam pemerintahan kita juga terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, mudah-mudahan momen ini dapat menjadikan Provinsi Sumut dan Kota Medan dapat lebih baik lagi ke depannya,” papar Erry.

Ribuan jemaah yang mengikuti kegiatan itu terlihat banyak yang menitikkan air matanya saat berzikir, terutama lagi ketika Al Ustadz Syekh Ali Jaber menutup tausiahnya dengan doa. Dengan suara terbata-bata, ulama berdarah Arab ini sambil menangis meminta ulama dan umarah di Indonesia bersatu, termasuk Kota Medan dan Sumut.

Dalam tausiahnya, Syekh Ali Jaber lebih dahulu mengupas sejarah Tahun Baru Islam. Dikatakannya, Tahun Baru Islam merupakan peristiwa hijrahnya Nabi Besar Muhammad SAW dari Kota Mekah ke Madinah. Hijrah ini dilakukan Nabi Muhammad atas izin Allah setelah tidak ada lagi umat di Kota Mekah yang menerima dakwahnya. Di samping itu selama 13 tahun Nabi Muhammad dihina, difitnah, diancam, diusir serta keselamatannya pun terancam di Kota Mekah.

Menurut Ali Jaber, pertama kali yang dilakukan Nabi Muhammad dalam hijrahnya ke Kota Madinah yakitu mempersatukan kamum Muhajirin dengan Anshor. Sebab, umat Islam tidak akan kuat jika terpecah-pecah. Artinya, boleh ada perbedaan dalam pandangan maupun sikap namun tetap bersatu dalam Islam

Selanjutnya Ali Jabber menjelaskan, Tahun Baru Islam harus dimaknai dengan hijrah yang berarti perpindahan atau perubahan. Pindah yang dimaksud bukan semata tempat melainkan pindah atau perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Dia menganalogikan Kota Medan yang kini terus melakukan pembangunan sehingga kini lebih maju dan sejahtera dibandingkan sebelumnya termasuk dengan hijrah.

“Jadi inti hijrah itu merupakan perpindahan ataupun perubahan dari yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik lagi. Jadi mari kita jadikan Tahun baru Islam ini momen untuk melakukan hijrah dalam semua lini untuk menjadi lebih baik,” kata Ali Jaber.

Menyikapi tantangan yang dihadapi ke depan cukup berat, Ali jaber mengajak seluruh umat Islama untuk bersatu. Kemudian mengajak untuk terus mendoakan para ulama untuk terus teguh dan istiqomah dalam menyampaikan syiar Islama sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist.

Kemudian mengingatkan agar para ulama untuk tahu dengan posisinya dan selalu menjaga kemuliannya. Serta mengajak seluruh ulama untuk bersatu dengan umarah (pemerintah) dengan selalu membahagiakan umat. “Tugas ulama itu membawa umat untuk mendapatkan ridha Allah SWT, sedangkan tugas umara membawa umat untuk mendapatkan kebahagian dan kesejahteraan. Oleh karenanya ulama dan umarah harus bersatu,” pesannya.

Sementara itu Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin berharap agar Tahun Baru Islam 1439 H ini menjadi momentum bagi semua untuk merefleksi diri agar menjadi lebih baik lagi. Di samping itu Wali kota juga mengajak seluruh umat untuk bersama-sama membangun Kota Medan yang dilandasi dengan rasa keimanan.

“Insya Allah dengan semangat Tahun Baru Islam 1439 H ini, mari terus kita memperbaiki diri untuk menjadi insan-insan yang lebih baik lagi ke depannya. Di samping itu bersama dengan pemerintah, mari kita bersama-sama membangun kota yang kita cintai sehingga terwujud pembangunan seperti yang kami cita-citakan dalam lima tahun masa kepemimpinan kami,” kata Eldin.

Wali Kota dalam kesempatan itu bersama Gubsu dan Wakil Wali Kota memberikan bantuan sejumlah Al Qur’an dengan huruf braile Arab bagi penyandang tunanetra. Diharapkan bantuan yang diberikan itu dapat membantu sekaliguas mempermudah penyandang tunanetra untuk membaca surat suci Al Qur’an. ()