MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Dr Ir HT Erry Nuradi MSi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah meninjau kesiapan vihara dalam menyambut perayaan tahun baru Imlek 2569, Kamis (15/2). Rombongan yang juga diikuti Kapoldasu Paulus Waterpau, Walikota Medan Zulmi Eldin, Ketua FKUB H Maratua Simanjuntak, Wali Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumut Indra Wahidin meninjau vihara Setia Budi Jalan Irian Barat dan vihara Meitereya komplek Cemara Asri.

Pada kesempatan tersebut Gubsu memberi apresiasi atas kesiapan pengurus kedua vihara untuk menyambut tahun baru Imlek sehingga nantinya umat Budha bisa merayakannya dengan suka cita tanpa ada halangan. “Kita berharap umat Budha bisa menjalankan ibadah dan menyambut tahun baru Imlek dengan suka cita tanpa ada kendala,” ujarnya.

Selain itu, Gubsu juga berpesan agar para merayakan dan menjalankan ibadah umat Budha agar berhati-hati dan lebih cermat meninggalkan rumah. “Berhati -hati dan cermat meninggalkan kediaman misalnya terjadinya hal-hal se bencana kebakaran sebelum ke vihara, sebab malam ini umat Budha akan melakukan ritual ibadah hingga dini hari,” paparnya.

Sementara itu Kapolda Sumut Paulus Waterpau mengatakan untuk tahun baru Imlek ini pihaknya mengerahkan 1.350 personil untuk pengamanan yang akan dilakukan di seluruh kapolsek se kabupaten/kota. “Sebab perayaan imlek tidak hanya umat budha di Medan juga didaerah lain, dan pengamanan tersebut khusus vihara ,”ujarnya.

Kendati demikian Kapoldasu juga menghimbau kepada seluruh umat beragama lain yang ingin melihat jalannya ritual agar tidak membawa hal-hal yang akan menganggu kegiatan ibadah, dan bila ada yang mencurigakan akan ditindak langsung oleh polisi.

Sementara itu, Ketua Walubi Sumut Indra Wahidin mengatakan perayaan Imlek erat kaitannya dengan pesta perayaan datangnya musim semi yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh. Perayaan Imlek meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta / Thian (Tuhan dalam Bahasa Mandarin), dan perayaan Cap Go Meh.

“Tujuan dari sembahyang Imlek adalah sebagai bentuk pengucapan syukur, doa dan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan kerabat,” paparnya. Selain itu kata Indra imlek adalah tradisi pergantian tahun. Sehingga yang merayakan Imlek ini seluruh etnis Tionghoa apapun agamanya, yakni masyarakat Tionghoa Muslim di sana juga turut merayakan Imlek.,”jelasnya.