MEDAN – Gubernur Sumatera Utara DR Ir HT Erry Nuradi MSi mengatakan bahwa Sumut harus terbebas dari penyakit khususnya paru-paru. Hal itu dikatakannya pada acara Kongres Nasional ke XV Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Jumat (22/9) di Hotel Adi Mulia Jalan Diponegoro Medan.

Hadir pada acara tersebut Ketua IDI Pusat Prof Marsis Sp(OG), Ketua PDPI Pusat dr.Arifin Nawas Sp.P(K), Ketua IDI Sumut dr Edi Ediyanto Sp (OG), Ketua PDPI Sumut dr Amirudin Sp.P(k), Kadis Kesehatan Sumut, serta para pimpinan rumah sakit, para dekan fakultas kedokteran se Sumut.

Harapan ini kata Gubsu disampaikannya kepada para dokter spesialis dan juga para medis yang mengetahui tentang penyakit paru. “Tantangan kesehatan saat ini, bahwa Indonesia menghadapi masalah kesehatan triple burden yaitu masih penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi seperti paru,” paparnya.

Oleh karena itu Gubsu sangat memberi apresiasi kepada kegiatan kongres atau temu ilmiah tentang kesehatan yang diselenggarakan di Sumut. Tujuannya, kata Gubsu untuk mewujudkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang semakin mantap. Dengan arti setiap orang mendapatkan hak pelayanana kesehatan sesuai kebutuhan di tempat kesehatan yang berstandar. “Dilayani oleh tenaga kesehatan yang berkompetem menggunakan standar pelayanan dengan biaya yang terjangkau serta mendapatkan informasi yang atas kebutuhan pelayanan kesehatan.”ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua PDPI Pusat dr Amiruddin Sp.P( K) masalah penyakit diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan karena pada dasarnya.

” Pencegahan penyakit menular maupun tidak sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan, menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas serta dukungan regulasi begitu juga dalam menangani penyakit paru,” ujarnya.