Gubsu Dr Ir H Tengku Erry Nuradi, MSi didampingi Ketua PKK Provsu, Hj Evi Diana Erry Nuradi dan Ketua BKM Sumut, Rosmawati Harahap menghadiri pelaksanaan Pelantikan Pengurus BKMT Priode 2017 - 2022. Aula Martabe Kantor Gubsu, Sabtu 26 Agustus 2017.

MEDAN – Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengharapkan BKMT Provsu menjadi ujung tombak pembangunan mental dan spiritual masyarakat khususnya masyarakat di Provinsi Sumatera Utara. Hal ini disampaikan Gubsu dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sumut periode 2017-2022, Sabtu (26/8) di aula Martabe Kantor Gubsu.

“Pembangunan Fisik memang sangat penting, namun tidak kalah pentingnya pembangunan spiritual yang menjadikan masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Utara yang paripurna, masyarakat yang sehat jasmani dan rohaninya,” ujar Gubsu.

Selain itu lanjut Gubsu, PW BKMT Sumut berperan aktif dalam menjaga kondusifitas kerukunan umat beragama dan dapat menjaga keharmonisan antar sesama masyarakat dari segala perbedaan yang telah kita rasakan selama ini. Roda organisasi kata Gubsu harus tetap berjalan dengan baik untuk mencapai hasil yang maksimal dalam mewujudkan visi dan misi organisasi BKMT.

“PW BKMT Sumut kiranya dapat merangkul Majelis-majelis taklim sampai tingkat paling bawah untuk memperkuat rasa cinta kita kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Kiranya kita semua bersaudara dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan berpacu berbuat yang terbaik buat bangsa dan Negara Indonesia khususnya Sumatera Utara,” sebut Gubsu

Acara tersebut dihadiri para alim ulama, Ketum BKMT Pusat Hj Syifa Fauziah M.Art beserta Rombongan, mewakili FKPD Provsu, Ketua TP PKK Provsu Evi Diana, Ketua PW BKMT Sumut Dra Hj Rosmawati Harahap, Ketua BKOW Provsu Kemalawati, Organisasi Muslim Perempuan seperti Aisyah, Muslimat Alwasliyah, Muslimat NU, Srikandi serta BKMT kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Gubsu juga mengatakan seiring melihat di media social yang tersebar membuat isu-isu dan fitnah yang belum jelas sumbernya memancing emosional masyarakat. Akhirnya stabilitas Negara bahkan sampai ke daerah terikut dalam menanggapi isu-isu yang terjadi di media sosial.

Peran aktif BKMT lanjut Gubsu juga sangat penting menjaga kondusifitas di kalangan masyarakat. “Peran aktif BKMT Sumut tentunya sangat penting guna meminimalisir perpecahan di masyarakat akibat isu-isu yang tidak jelas sumbernya (hoax),” ajak Gubsu,

Tak lupa Gubsu juga mengharapkan agar BKMT Sumut juga menjaga keluarga dari jeratan narkoba, yang selama ini semakin banyak yang merenggut nyawa dan melakukan tindakan kriminal dikarenankan ketergantungan narkoba.

“Narkoba di Indonesia sudah sangat membayakan yang disebut kejahatan yang luar biasa (extra ordinary),” sebut Gubsu.

Ketua Umum BKMT Pusat Syifa Fauziah pada kesempatan itu mengatakan sesuai dengan rakernas yang telah dilakukan pada bulan Mei 2017 yang lalu yang dibuka Wakil Presiden RI Yusuf Kalla salah satu yang dihasilkan dalam rakernas tersebut yaitu bahwa program BKMT akan melakukan kerjasama dengan berbagai institusi seperti OJK dan juga Baznas.

“Untuk meningkatkan kepedulian dan rasa kemanusiaan serta sebagai aksi cepat tanggap anggota BKMT terhadap bencana dan aksi kemanusiaan,” ujarnya.

Dia juga menghimbau seluruh anggota BKMT untuk melek teknologi guna terciptanya komunikasi yang baik dan efektif antara BKMT di daerah dengan BKMT Pusat. “Dalam waktu dekat, insya Allah akan di lounching aplikasi BKMT guna efektifitas dan baiknya komunikasi,” ujarnya.

Ketua BKMT Sumut yang baru dilantik Rosmawati Harahap menghimbau kepada seluruh majelis taklim kabupaten/kota hingga tingkat kelurahan terus berperan aktif dalam membina umat khususnya kaum perempuan. Karena lanjutnya dibawa didikan ibu lah seseorang itu dapat berhasil.

“Seorang ibu, harus berperan dimulai keluarga, masyarakat bahkan Negara. Karena seorang Ibu bukan hanya pendengar namun juga stakeholder yang punya peran penting mulai dari keluarga, masyarakat bahkan Negara,” sebut Rosmawati.

Rosmawaty juga menghimbau kepada seluruh majelis taklim khususnya agar melihat BKMT itu bukan hanya sekedar pengajian. “Majelis Taklim itu harus hijrah dari sekedar pengajian kepada manajemen dakwah yang lebih besar,” ajak Rosmawati.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.