Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi Foto bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Medan di Ruang Kerja Gubsu, Selasa 26 September 2017

MEDAN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) diharapkan dapat memberikan warna dalam pembangunan. Apalagi sebagai generasi penerus bangsa, merekalah nantinya yang diharapkan dapat meneruskan tongkat estafet kepemimpinan.

Hal itu diungkapkan Gubsu, Tengku Erry Nuradi saat menerima audiensi BEM di ruangan Gubsu, Selasa (26/9). Turut mendampingi Gubsu, Kadis Pendidikan Provsu, Arsyad Lubis, Kadispora Provsu, Baharuddin Siagian dan Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Haris Lubis. Hadir Ketua BEM se kota Medan yakni Muhammad Mas’ud Silalahi, Iman Setia Harahap, Indra Sakti Nasution, Muhammad Sueb, Bangkit Sanjaya, Juan Utama danTaufik Ramadhan.

“Jagalah integritas sebagai pemuda karena kalau nanti integritas kalian buruk, maka setelah kalian lulus hal itu susah untuk dihapuskan, kalian tetap dianggap tidak memiliki integritas. Selain itu, sebagai intelektual kalian juga harus menjaga attitude dan beretikalah yang baik,” ujar Tengku Erry.

Dikatakan Erry, menjadi BEM tentulah tidak gampang, kalian harus dapat menjadi contoh bagi adik-adik kalian. “Mahasiswa harus tetap kritis menyampaikan aspirasi yang menjadi harapan bagi kita semua, namun hal itu kita harapkan tetap dalam batas-batas maupun koridornya,” papar Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry mendukung sebanyak 13 BEM di kota Medan yang akan berangkat ke Jakarta mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) BEM (27-30/9). Diharapkannya, musyawarah nasional BEM itu dapat memberikan kontribusi nantinya bagi Sumut.

Erry juga mengharapkan masukan dari mahasiswa untuk membangun Sumut ke depan. Dikatakannya, selama ini masyarakat banyak yang mengira kalau Gubernur Sumut memiliki kewenangan yang luas, sama halnya seperti Gubernur DKI. Padahal, Gubsu memiliki kewenangan yang terbatas, apalagi terhadap 33 daerah yang ada di Sumut, karena walikota maupun bupati juga merupakan pemimpin yang otonom karena diangkat dari pemilihan langsung.

“Saya sebagai Gubsu juga memiliki keterbatasan. Wilayah kita ini berbeda dengan DKI Jakarta sebagai daerah istimewa. Namun, terkadang masyarakat belum memahaminya. Masyarakat mengira kalau jalan rusak itu keseluruhannya menjadi kewenangannya Gubsu. Padahal, di kota Medan ini jalan provinsi kita juga hanya 7 ruas jalan saja,” ujar Erry.

Pemprovsu sendiri, kata Erry tidak bisa sembarangan melakukan pembangunan jalan. Kalau itu bukan jalan provinsi maka nanti akan menjadi temuan. “Jalan Provinsi di Medan itu seperti Jalan Setia Budi, Jalan Industri, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Marelan. Jalan yang rusak itu hanya jalan Marelan dan tahun ini sudah kita anggarkan untuk perbaikannya,” jelas Erry.

Ketua BEM, Muhammad Mas’ud Silalahi mengatakan tujuan mereka beraudiensi dengan Gubsu selain untuk bersilahturahmi juga memohon masukan dari pemimpin daerah sebelum mereka berangkat mengikuti Munas BEM di Jakarta.

Dikatakan Mas’ud, BEM sebagai agen perubahan tentunya mahasiswa akan berupaya untuk ikut memberikan kontribusi perubahan di Sumut ke arah yang lebih baik. Dia juga mengapresiasi kinerja Gubsu, Tengku Erry Nuradi yang dinilai pihaknya telah melakukan berbagai perubahan. “Ke depan kami siap untuk bekerjasama dan membantu kinerja pemerintah terutama dalam hal pendidikan dan kepemudaan,” terang Mas’ud.