Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI Wimboh Santoso meresmikan kantor OJK Regional 5 Sumatera, Senin (26/2) di Kantor OJK Regional 5 Sumatera Jalan Gatot Subroto Medan.

Peresmian tersebut dihadiri Ketua DPRD Provsu H Wagirim Arman, Pangkosek Hanudnas III TNI Ir Tribowo Budi Santoso MM, MTR (HAN), Wakil Walikota Medan Ir Achyar Nasution, Kepala Regional Jasa Keuangan RI Lukdir Gultom .

Di kesempatan tersebut Gubsu mengatakan perluasan ketersediaan akses masyarakat terhadap sektor jasa keuangan memegang peranan strategis dalam pembangunan perekonomian, khusuusnya sektor produktif baik di tingkat pusat maupun didaerah. Hal ini diwujudkan dengan inovasi seluruh pihak yang berkepetingan disektor jasa keuangan dalam menciptakan inovasi berupa program/produk dan layanan jasa keuangan yang inklusif yakni dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk di dalamnya masyarakat golongan ritel dan mikro dengan inovasi tersebut.

“Niscaya sektor produktif dapat semakin tumbuh dan berkembang membawa dampak positif yang signifikan terhadap pembangunan perekonomian daerah. Oleh karena itu program percepatan akses keuangan di daerah menjadi prioritas bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, regulator dan industri di sektor jasa keuangan, akademisi dan instansi terkait lainya perlu bekerjasama mencari terobosan untuk membuka akses keuangan,”paparnya.

Lebih lanjut Gubsu juga menjelaskan bahwa OJK telah banyak berbuat khususnya dalam rangka memperkenalkan dan mensosialisasikan produk-produk perbankan di Sumut seperti program laku pandai pelayanan tanpa kantor, Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar terus didorong sehingga UMKM kita dapat mengembangkan usahanya. “Saya ucapkan terima kasih kepada OJK regional 5 Sumbagut yang terus mencari terobosan dalam membuka akses keuangan yang lebih produkstif bagi masyarakat di daerah. Sehingga lembaga jasa keuangan dapat mengoptimalisasikan potensi sumber dana di daerah ini,”paparnya lagi,

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI Wimboh Santoso mengatakan bahwa kantor baru OJK ini diatas areal seluas 2.895 meter persegi yang dimiliki cukup mendukung untuk pelaksanaan tugas dan fungsi OJK oleh 59 pegawai organic, 1 PKWT dam 29 THOS. “OJK saat ini didukung oleh jaringan kuat yang tersebar luas hampir di seluruh provinsi yang terdiri dari 9 kantor regional dan 26 kantor OJK. OJK percaya potensi ekonomi Sumut yang sangat begitu besar dari komoditi kelapa sawit, karet dan kopi serta sekmen pariwsata masih sangat berpotensi untuk ditingkatkan,”jelasnya.

Selain itu tambah Wimbo adanya komitmen pemerintah pusat untuk membangun sejumlah infratrukstur di Sumut seperti pembanguanan jalan tol Medan-Binjai, Medan- Tebing-Tinggi, dan industri pengelola air minum yang baru saja diresmikan serta sejumlah proyek lainnya juga menjadi faktor utama yang potensial diarahkan bagi peningkat ekonomi Sumut.

“OJK akan mensinergikan 4 program utama antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan yakni dalam rangka pemberian program infrastruktur didalam, pemberdayaan usaha mikro kecil dan menanganan perluasan akses keuangan masyarakat kecil berbunga biaya terendah dan edukasi pelindungan konsumen, ”ungkapnya.

Sementara Kepala Regional Jasa Keuangan RI Lukdir Gultom menjelaskan berdasarkan BPS rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2017 sebesar 5,12 persen. Meskipun melambat secara YOY tahun 2016 sebesar 5,18 persen tetapi masih lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional (BPS) 5,18 persen dan masih masih lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Aceh, Riau dan Kepri.

Selain itu katanya vitalisasi KR 5 juga Sumut tinggi sehubungan dengan kontribusi ekonomi nasional yang bersumber dari pulai Sumatera sebasr 21,66 persen atau tertinggi ke 2 setelah pulau Jawa (58,49 persen. Optimisme kontribusi jasa keuangan di tahun 2018 diyakini semakin baik mengingat selama tahun 2017 pertumbuhan kredit /pembiayaan sektor pertumbuhan (YOY) di Sumut mampu terpenuhi sebesar 8,53 persen pertumbuhan pembiayaan IKNB sebesar 21,40 persen pertumbuhan outstanding transaksi saham sebesar 29,42 persen.

Selanjutnya dalam rangka mendukung inklusifitas layanan nasabah sejak Januari 2018 OJK layanan nasabah OJK KR 5 Sumbagut sudah melayani 556 permintaan informasi nasabah atau sekitar 15 permintaan perhari.

Untuk pemberdayaan usaha mikro dan hasil khususnya kepada para petani, peternakan dan nelayan di Sumut, hingga sat ini telah terjamin 22,537 Ha lahan pertanian padi melalui program AUTP 2.537 ekor sapi melalui program AUTS, serta 12.268 nelayan melalui proram asuransi nelayan di Pantai Timur (Selat Malaka) maupun Pantai Barat (Sibolga).

Sementara itu mendukung inklusifitas tersebut seluruh Kabupaten/Kota di Sumut (33 kabupaten/kota) telah terjangkau / memiliki agen LAKU PANDAI total 31.386 agen secara entitas ditambah bahwa di wilayah kerja regional V Sumbagut terdapat 3 BPD,1 BPD syariah 1 BUSN dan 267 BPR atau BPS berkantor di regional 5 Sumbagut, pungkas Lukdir Gultom.