Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir. H. Tengku Erry Nuradi menerima kunjungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Untuk Hongkong beserta anggota delegasi bisnis Hongkong di Ruang Rapat Kaharuddin Nasution Lantai 8 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (20/3/2018). Dimana investasi yang dilakukan oleh investor asal Hongkong di Sumatera Utara sejak tahun1989 mencapai 15.981,30 Milyar yang tersebar dibeberapa sektor anatara lain pembangkit tenaga listrik, industri pengolahan dan perdagangan besar sebahagiannya.

MEDAN – Gubernur Dr Ir HT Erry Nuradi MSi menyambut baik niat investor Hongkong untuk menjajaki potensi dan peluang ekonomi di Sumatera Utara (Sumut). Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Delegasi Bisnis Hongkong, Rabu (21/3) di ruang Kaharuddin Nasution Kantor Gubsu.

Hadir pada pertemuan tersebut Ketua Delegasi Bisnis Hongkong sekaligus Presiden Hong Kong Fuzhou General Chamber of Commerce Hui Po Yuet, Wakil Ketua Delegasi Bisnis sekaligus Ketua Hong Kong Recycling Chamber of Commerce Kwok Chun Sing, Sekretaris Jenderal Delegasi sekaligus Direktur Hong Kong Chinese General Chamber of Commerce Chan Kam Lam, Richard, serta seluruh anggota Delegasi Bisnis Hongkong, Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong Mandala Putra, Konsul Perdagangan KJRI di Hongkong Natan Kambuno, dan Staf Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Sri Reymatin.

Sedangkan Gubsu Erry didampingi Staf Ahli bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Nouval Mahyar, Kepala Biro Otonomi Daerah Basarin Yunus Tanjung, dan Kabag Humas Indah Dwi Kumala.

Gubsu Erry menyampaikan bahwa Provsu merupakan wilayah yang sangat strategis dan kaya akan sumber daya alam. Provsu berada pada jalur strategis pelayaran internasional Selat Malaka yang dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. “Hal ini, membuat Provsu mudah dijangkau dunia internasional dan menjadi pintu gerbang utama kegiatan perdagangan di sebelah barat Indonesia,” ujar Gubsu.

Gubsu juga memaparkan tentang 18 proyek strategis nasional yang sedang dikembangkan di Sumut dan terbuka untuk investasi. Beberapa diantaranya ialah Kualatanjung Township Development, Kualanamu Aetropolis, Sei Mangke Special Economic Zone, Kualatanjung Industrial Estate, Kualanamu Estate dan Harbour Town, Tobasari Resort, Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Pengembangan Bandara Kualanamu, Sibolga, Silangit, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Delegasi Bisnis Hong Kong Hui Po Yuet mengucapkan terima kasih kepada Gubsu Erry yang telah menyambut baik niat Delegasi Bisnis Hongkong. Hui Po Yuet juga menceritakan kunjungannya beserta rombongan ke Kawasan Industri Medan (KIM), pada hari Selasa (20/3). Saat bertemu Presiden Direktor KIM Trisilo Ari Setyawan, KIM telah secara khusus menyediakan 20 hektar kawasan KIM 5 untuk cluster Hongkong.

Hui Po melanjutkan bahwa selama tiga hari berkunjung ke Jakarta-Medan, mengeksplorasi peraturan, iklim dan lingkungan investasi, serta dukungan pemerintah Indonesia, membuat Delegasi Bisnis Hongkong sangat yakin untuk berinvestasi.

“Kami semua yang datang hari ini adalah orang-orang pekerja keras dan sangat serius di bidang masing-masing. Kami berniat untuk membawa semangat dan kerja keras ini di KIM dan membantu Pemprovsu mempercepat pembangunan Sumut,” ujar Hui Po.

Dalam wawancara terpisah dengan Presiden Direktor KIM Trisilo Ari Setyawan, beliau mengatakan bahwa kedatangan Delegasi Bisnis Hongkong merupakan peluang besar bagi KIM. Dikatakannya, untuk menangkap peluang itu, KIM secara serius menyiapkan cluster khusus Hongkong di KIM 5 seluas 20 Hektar yang telah sangat siap dari segi infrastruktur.

“Kami juga sebagai partner of solutions akan bantu mereka dari segi perizinan, pembangunan pabrik siap pakai, atau hal-hal yang mereka keluhkan,” pungkas Trisilo.

Delegasi Bisnis Hongkong merupakan perwakilan dari dua organisasi bisnis besar di Hongkong, yakni Hong Kong Fuzhou General Chamber of Commerce (HKFGCC) dan Hong Kong Recycling Chamber of Commerce (HKRCOC). HKFGCC bergerak di banyak sektor bisnis, termasuk keuangan, jasa pengiriman barang, logistik, restauran, perdagangan, real estates, dan lainnya. Sedangkan HKRCOC bergerak di bidang industri daur ulang.