Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi malaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Serdang Bedagai dan memberikan motivasi kepada Bupati, OPD, Camat, Kepala Desa, Lurah serta Kepala Sekolah se Kabupaten Batubara di Aula Inalum Tanjung Gading Kabupaten Batubara, Kamis (31/1/2019). (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

BATUBARA – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki kekayaan dan potensi sumber daya alam (SDA) yang banyak dan berlimpah. Namun agar seluruh potensi dan kekayaan SDA itu bermanfaat bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk mengelola dan memanfaatkannya.

“Kualitas sumber daya manusia akan menjadi penentu kemajuan bangsa di masa depan, bukan hanya sumber daya alamnya,” kata Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi ketika kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Bupati Batubara Zahir dan Wabup Batubara Oky Iqbal Frima, serta para Forkopimda, OPD, Camat, Kades, Lurah, Kepala Sekolah, Bhabinsa, Babinkamtibmas dan masyarakat Kabupaten Batubara di Aula PT Inalum, Tanjung Gading, Kabupaten Batubara, Kamis (31/1).

Gubsu Edy mengatakan, bahwa tidak ada bedanya Kepala Desa dengan Gubernur, keduanya adalah pilihan rakyat. “Gubernur dipilih masyarakat dan Kepala Desa juga dipilih masyarakat, hanya saja kalau Gubernur Sumatera Utara dipilih masyarakat se Sumut, sedangkan Kepala Desa yang milih masyarakat desa itu,” kata Gubsu yang hadir bersama Ketua TP PKK Provsu Nawal Lubis Edy Rahmayadi.

Karena itu, menurut Gubsu, Kepala Desa itu juga mempunyai tanggung jawab kepada masyarakat yang memilihnya atas tugas yang diembannya. Menjadi tugas Kepala Desa agar dapat meningkatkan kualitas SDM desanya untuk memajukan daerahnya.

Jika sumber daya manusianya tidak memiliki keahlian, kata Gubsu, mustahil untuk dapat mengolah SDA yang berlimpah di Sumut dan di Kabupaten Batubara khususnya. “Kita lihat Batubara, walaupun potensi sumber daya alamnya banyak, apabila tidak dapat dikelolah oleh SDM yang berkualitas maka daerah ini tidak akan pernah maju,” kata Edy Rahmayadi.

BACA JUGA  Pilar Sosial Ujung Tombak Kesejahteraan Masyarakat

Edy juga mencontohkan, negara Singapura yang hanya memiliki kekayaan sumber daya alam sekitar 20 % jika dibandingkan dengan Kabupaten Batubara, namun mereka memiliki SDA sekitar 80 %, yang dapat mengolah SDA-nya. Sehingga Singapura bisa lebih maju dan lebih kaya dari Indonesia.

“Untuk itu diharapkan kepada Kepala Desa di Kabupaten Batubara untuk dapat merubah sikap, pola hidup dan pola pikir serta tindakan untuk dapat membangun dan mensejahterakan rakyat Batubara,” katanya.

Disampaikan juga, sebentar lagi Kuala Tanjung akan menjadi pelabuhan terbesar di Asia Tenggara, untuk itu diharapkan masyarakat Batubara dapat memanfaatkan kondisi ini. “Untuk dapat menjadikan masyarakat Batubara yang Sejahtera dan Bermartabat,” jelas Gubsu.

Sebelumnya, Bupati Batubara Zahir dalam sambutanya mengatakan, saat ini Kabupaten Batubara menjadi kabupaten penyanggah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Hal itu sesuai dengan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Stategis Nasional, yang salah satunya dibangunnya pelabuhan internasional Kuala Tanjung. ”Dan proyek inilah yang akan menjadikan Batubara sebagai daerah bisnis yang sesuai dengan misi dan misi kami Bupati dan Wakil Bupati,” terangnya.

Disebutkan juga, Kabupaten yang dimekarkan berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2007 tersebut, akan dijadikan pusat industri yang kreatif dan inovatif. “Inilah yang akan membantu pertumbuhan ekonomi di Batubara,” sebutnya.

BACA JUGA  Gubsu Lantik Bupati-Wabup Palas, Pesan Kerja Keras dan Jaga Netralitas

Selain itu, kata Bupati, Batubara juga mempunyai potensi daerah wisata dan juga peninggalan sejarah seperti Istana Lima Laras, Danau Laut Tador, dan Songket Batubara, serta beberapa perusahaan yang nantinya akan mendongkrak naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Untuk itu, setelah pelantikan bersama Pak Wabup Oky, kami mempunyai tujuh perintah harian yang harus dilaksanakan oleh seluruh OPD, yakni tingkatkan ketaqwaan, bekerja dengan baik, disiplin, jujur dan bertanggung jawab, tingkatkan ilmu pengetahuan dan kembangkan kopetensi, bekerja tim dan bersinergi dengan semua elemen, berikan pelayanan yang mudah dan cepat kepada seluruh masyarakat dan investor, bekerja sesuai tupoksi, serta bekerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Zahir.

Turut hadir pada acara itu, Asisten Pemerintahan Umum Djumsadi, OPD Pemprovsu, Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan dan Tokoh masyarakat Prof Djohar Arifin.**