Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, S.H., M.H. menghadiri Musrenbangnas 2018 di Hotel Grand Sahid Jakarta. Senin (30/04/2018). Tahun ini Musrenbangnas bertema pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas.

JAKARTA – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH mengharapkan dipercepatnya semua perizinan yang terkait dengan investasi dan rakyat. Sehingga percepatan dan pemerataan pembangunan dapat diwujudkan sesuai yang diharapkan.

Hal itu disampaikan Wagubsu Nurhajizah usai menghadiri pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4). Musrenbangnas bertujuan untuk membahas rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

Wagubsu Nurhajizah mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan mengikuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembukaan Musrenbangnas. “Tadi beliau menyampaikan hal yang terkait dengan investasi yang akan masuk ke Indonesia, khususnya ke provinsi dan kabupaten/kota kita, izinnya dipermudah dan jangan berbelit-belit, tapi meski begitu, tidak menjual kedaulatan dan merugikan rakyat,” kata Wagubsu.

Untuk itu, Wagubsu berharap, agar dipercepat semua perizinan yang terkait dengan investasi dan rakyat. “Belum lama ada saudara kita investor dari Chengdu yang ingin membuka penerbangan dari Chengdu – Medan, Chengdu – Silangit, jadi dalam waktu dekat kita akan teken MoU agar penerbangan para wisatawan dari Chengdu – Kualanamu – Silangit itu di bulan Desember segera bisa terbang,” ungkapnya.

Begitu pula dengan penerbangan Shanghai – Kualanamu – Silangit juga sama bisa dimulai pada bulan Desember. “Terima kasih mohon doa semuanya,” kata Nurhajizah.

Hal tersebut dilakukan agar bisa bisa mendatangkan langsung banyak wisatawan dalam mendokrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut.

Sementara itu, saat membuka Musrenbangnas, Presiden Jokowi mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah, agar mengefisiensi rantai birokrasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengundang banyak investor masuk ke Indonesia. Juga mempermudah para investor untuk berinvestasi di Indonesia.

”Dengan globalisasi, yang cepat akan mengalahkan yang lamban. Kuncinya ada disitu. Ini saya perlu ingatkan, karena ekspor kita sudah kalah dengan tetangga kita. Kita terjebak pada rutinitas dan tidak berani melakukan lompatan. Oleh sebab itu, kalau mau ada yang investasi, buka lebar-lebar, jangan justru izinnya dibikin ruwet dan dilama-lamakan,” katanya.

Presiden Jokowi juga mengimbau kepada para pemangku kepentingan agar fokus kepada hasil. Juga mendorong para pemangku kepentingan agar menyiapkan perencanaan pembangunan dengan sebaik-baiknya.

Presiden juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah. “Kita terlalu sibuk dengan urusan sepele dan tidak berguna dan tidak cepat menanggapai perkembangan teknologi dan inovasi,” katanya.

Musrenbangnas tahun 2018 resmi dimulai dengan ditandai pemukulan gong oleh Presiden Jokowi. Tahun ini Musrenbangnas mengambil tema Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas. Turut hadir dalam acara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan para menteri ‘Kabinet Kerja’ lainnya, Kepala Lembaga dan Lembaga Negara, seluruh Gubernur, Bupati atau Walikota, serta Kepala Bappeda Provinsi seluruh Indonesia.**