Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menghadiri dan meluncurkan buku yang berjudul "Politik Indonesia dalam Puisi" oleh Forum Sastrawan Deliserdang (FOSAD) dan Majelis Kesenian Medan (MKM) di D'Coffee Kedan Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Senin (1/4/2019). (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

MEDAN – Menghadiri dan meluncurkan Buku “Politik Indonesia dalam Puisi” oleh Forum Sastrawan Deliserdang (FOSAD) dan Majelis Kesenian Medan (MKM), Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menyampaikan harapan dan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk menyediakan wadah atau ruang untuk para pegiat seni.

Harapan ini diungkapkannya saat wawancara usai acara peluncuran, Senin (1/4), di D’Coffee Kedan Jalan KH Wahid Hasyim Medan. “Kita jangan cuma berkoar-koar melarang jangan narkoba dan lainnya, tapi tidak kita siapkan wadah berkarya dan berkreasi bagi para seniman dan anak muda,” ucap Wagub Musa Rajekshah yang juga akrab disapa dengan Ijeck.

Terkait wadah ini, kata Ijeck, masih merupakan rencana dan cita-cita besar yang akan segera diwujudkan Pemprov Sumut. Selain itu, direncanakan pula untuk menyediakan fasilitas ruang berupa “Hall” besar sebagai tempat untuk konser bagi pemusik atau pementasan seni.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud, selama kita ada niat pasti bisa. Karena kita ada aset, ada anggaran. Dengan adanya wadah ini, mudah-mudahan semakin banyak karya atau hal-hal positif yang kita lahirkan dan hal negatif berkurang di Sumut ini,” katanya.

Ijeck kemudian mengapresiasi atas terbit dan diluncurkannya Buku “Politik Indonesia dalam Puisi”. Menurutnya, karya seperti ini juga merupakan bentuk kontribusi terhadap pembangunan Sumut, yakni melalui masukan dan kritikan yang tertuang dalam puisi.

BACA JUGA  Hadiri Pemakaman Almarhum Taufan Gama Simatupang, Gubernur Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Agar Mendapat Ampunan dari Allah SWT

“Saya sangat apresiasi, dalam bentuk apapun baik puisi dan sebagainya, selama itu dalam bentuk yang positif dan kebaikan Sumut akan selalu saya dukung,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub pun membacakan salah satu puisi yang ada di dalam buku. Puisi tersebut berjudul “Kepadamu, Tuan” karangan salah satu penyair Sumut Asro Kamal Rokan. Puisi tersebut bermakna imbauan untuk menjaga ucapan dan sikap, sehingga tidak menyakiti orang lain khususnya dalam upaya mencapai kepentingan pribadi.

Selanjutnya, diadakan pula diskusi untuk mengupas dan mengkaji buku yang baru saja diluncurkan. Ditampilkan pula pembacaan puisi oleh penyair senior Sumut yakni Sulaiman Sambas dan penampilan puisi berjudul “Pada Suatu Ketika” oleh Sugeng Satya Dharma yang dipersembahkan untuk Milad Wagubsu.

Choking Susilo Sakeh, salah satu penyair Sumut yang turut berkontribusi dalam penulisan buku tersebut mengatakan bahwa Buku “Politik Indonesia dalam Puisi” merupakan kumpulan puisi yang ditulis oleh 20 penulis asal Sumut. “Khususnya saat ini kita kan menyambut pemilu, jadi kita penyair ingin menuangkan euforia politik yang terjadi di Indonesia saat ini dalam bentuk puisi,” tuturnya.

Diketahui, peluncuran Buku “Politik Indonesia dalam Puisi” merupakan kerja sama antara Fosad dan MKM. Turut hadir mendampingi Wagub Sumut, Kepala Balitbang Pemprov Effendy, sebagai narasumber Abdul Hakim Siagian, kritikus sastra Mihar Harahap, dan Hamdani Syahputra. Hadir pula para penyair Sumut, anggota Fosad dan MKM, serta masyarakat umum.**

BACA JUGA  Sosialisasi Zakat ke ASN Pemprov Sumut, Gubernur Minta Penghasilan Dipotong Langsung untuk Zakat