Tigaras – Memasuki hari ketujuh (24/6) pencarian KM. Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Tigaras, tim Basarnas akhirnya menemukan titik terang. Basarnas berhasil menemukan benda yang mirip sebuah kapal di dekat titik awal tenggelamnya KM. Sinar Bangun.

Basarnas melakukan pencarian dengan dibantu alat sonar Multi-Beam Echo Sounder. Alat ini mampu mendeteksi logam hingga kedalaman 600 meter, namun hingga hari kelima belum ada tanda-tanda temuan. Basarnas kemudian memutuskan menggunakan alat sonar yang lebih baik dari TNI, Multi-Beam Scan Sounder karena diduga KM. Sinar Bangun tenggelam di kedalaman 800 meter.

Kedua alat ini kemudian digunakan secara maksimal di hari keenam dan pada hari ketujuh ditemukan dua objek di dua titik berbeda mirip sebuah kapal disekitar titik awal tenggelamnya KM. Sinar Bangun. Titik pertama 2,5 Km dan yang kedua 2 Km arah barat daya dermaga Tigaras.

“Ada dua objek yang berbeda dengan dasar laut mirip dengan kapal, tetapi alat ini tidak bisa memastikan itu KM. Sinar Bangun. Obejek tersebut berjarak 2500 dan 2000 meter arah barat daya dermaga Tigaras dengan kedalaman 490 meter. Jaraknya dengan titik awal tenggelamnya kapal sekitar 500 meter hingga 1 Km,” kata ketua Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi saat meninjau dermaga Tigaras pada hari Minggu (24/6).

Alat sonar pertama gagal menemukan titik temuan tersebut hingga hari keenam, ini dikarenakan struktur dasar danau yang sangat tidak rata bahkan curam menurut keterangan Syaugi.

“Rupanya dasar danau ini dari datar hingga jarak 500 meter curam ke bawah dan kemudian naik lagi, seperti itu, analisa saya seperti itu. Kemungkinan alat yang 600 kesulitan dengan medan seperti itu, tetapi ketika dioperasikan bersama yang 2000 meter kita mendapatkan koordinat yang di kedalaman 490 meter itu,”

Dengan adanya temuan ini dipastikan pencarian KM. Sinar Bangun akan diperpanjang tiga hari lagi, bahkan akan diperpanjang terus bila terus ada temuan.

“Karena ada temuan ini sudah pasti kita akan melakukan penambahan hari pencarian tiga hari, bila ada temuan lagi yang meyakinkan dan KM Sinar Bangun belum ketemu kita tambah lagi,”

Selain pencarian dengan sonar di dasar Danau Toba, tim Basarnas juga terus mengupayakan pencarian di permukaan air oleh tim penyelam dan juga permukaan air. Basarnas juga menyisir menggunakan helikopter yang sudah berada di Tigaras sejak hari Sabtu (23/6).