Kafilah asal Sumatera Utara Rizki Maulana (kiri) memeluk haru pembimbingnya usai memenangkan cabang Hifzh Qur'an 10 Juz putera MTQ Nasional 2018 di Gedung Jabal Nur Asrama Haji Medan, Kamis (11/10).

Medan – Sebanyak sembilan belas dari 23 golongan lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQN) XXVII di Sumatera Utara (Sumut) telah mengeluarkan hasil penilaian akhir dari babak final. Hingga pukul 22.00 WIB, kamis (11/10), Sumut meraih 15 juara dengan rincian 5 peringkat pertama, 2 peringkat kedua, dan 8 peringkat ketiga. Dari hasil tersebut, Sumut berpeluang masuk tiga besar.

Sementara itu, Jakarta bertengger dipuncak dengan raihan 7 juara peringkat pertama. Disusul Kepri dengan 6 juara peringkat pertama. Sumut berada diposisi ketiga untuk hasil sementara. Namun, posisi ini akan berubah karena masih ada empat golongan lomba lagi yang belum mengeluarkan hasil penilaian.

Dua golongan diantaranya, Cabang Tilawah Golongan Dewasa dan Cabang Tilawah Golongan Qiraat Sab’ah Mujawwad Dewasa, perlombaannya masih berlangsung hingga Kamis malam di Astaka Jalan Willem Iskandar Medan. Dua golongan lainnya yakni Cabang Kaligrafi Golongan Hiasan Mushaf dan Cabang Kaligrafi Golongan Naskah masih menunggu hasil keputusan dewan hakim.

Adapun lima peserta dari kafilah Sumut yang meraih pertingkat pertama pada Cabang Fahmil Quran Putri, Cabang Hifdzil Quran Putra dan Putri Golongan 1 Juz dan Tilawah, Cabang Kaligrafi Putri Golongan Kontemporer, dan Cabang Syahr Quran Putra.

Sedangkan dua peserta yang meraih peringkat kedua ada pada Cabang Hifdzil Quran Putri Golongan 5 Juz dan Tilawah serta Cabang Makalah Putra. Provinsi lain yang meraih peringkat kedua terbanyak diraih oleh Riau dengan jumlah 5 juara peringkat kedua, serta 4 juara peringkat kedua untuk Banten dan Jawa Barat.

Untuk delapan peserta peringkat ketiga diraih pada golongan Cabang Fahmil Quran Putra, Cabang Hifdzil Quran Putri 30 Juz, Cabang Kaligrafi Golongan Kontemporer Putra, Cabang Makalah Putri, Cabang Tafsir Putri Golongan Bahasa Arab, Cabang Tilawah Putri Golongan Anak-Anak, Cabang Tilawah Putri Golongan Qiraat Sab’ah Murattal Dewasa, dan terakhir Cabang Tilawah Putri Golongan Remaja.

Sumut menjadi provinsi peringkat tertinggi yang meraih juara tiga. Disusul Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dengan jumlah 4 juara peringkat tiga.

Sebelumnya, Ketua Kafilah Sumut Al Ustadz H Palit Muda Harahap mengemukakan bahwa pihaknya tidak menentukan target atau peringkat tertentu terkait hasil MTQN. Hal ini diungkapkannya dalam keterangan pers di Media Center MTQN XXVII 2018, Senin malam (8/10/2018).

“Di AlQuran kita tidak boleh membicarakan target, karena ini merupakan ibadah. Hal yang terpenting adalah kita sudah mempersiapkan Kafilah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Selaku tuan rumah MTQ Nasional XXVII, Sumut ingin memberikan yang terbaik pada ajang bergengsi ini, sehingga Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumatera Utara benar-benar serius mempersiapkan Kafilah-kafilahnya. Sejak bulan Februari LPTQ sudah mulai mempersiapkan Kafilah Sumut untuk MTQ Nasional XXVII. Tidak hanya belajar di Sumut, mereka juga menimba ilmu di luar provinsi.

“Belum pernah persiapan kita semaksimal ini menghadapi MTQ Nasional. Saya bergabung dengan LTPQ sejak tahun 90-an, kali ini lebih matang dan lebih maksimal dan dukungan dari Pemprovsu sangat besar termasuk dalam membantu pembiayaan,” katanya seraya menginformasikan beberapa perolehan antara lain Fahmi Quran putra dan putri sudah maju ke semi final.

Dalam ajang MTQN XXVII yang digelar pada 4-13 Oktober, Sumut mengisi seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan di MTQ Nasional XXVII. Dimana sebanyak 54 kafilah putra dan putri mengikuti lomba Tilawah, Tartil, tuna netra, anak-anak, remaja, dewasa, qira’at sab’ah mujawwad, qira’at sab’ah murattal remaja dan dewasa.

Sedangkan untuk Tahfiz akan mengikuti kategori 1, 5, 10, 20, dan 30 Juz dan Tilawah. Selain itu juga di bagian Tafsir Bahasa Indonesia, Inggris dan Bahasa Arab kemudian Syarhil dan Fahmil Qur’an serta MMQ. Untuk Khattil Qur’an putra dan putri ada penulisan naskah, hiasan mushaf, dekorasi dan kontemporer.