MEDAN – Memupuk kebersamaan dan mempererat rasa persaudaraan antar sesama masyarakat Sumatera Utara (Sumut) merupakan salah satu fondasi penting yang harus dipelihara untuk membangun Sumut Bermartabat.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumut Drs H Musa Rajekshah MHum saat menghadiri Kajian Subuh Akbar Bersama Ustadz H Abdul Somad Lc MA di Masjid Baiturrahman Komplek Johor Indah Permai I, Jalan Karya Wisata Medan Johor, Sabtu (15/9).

“Shalat subuh berjamaah dan kajian akbar kita hari ini adalah salah satu bentuk upaya kita membangun rasa kebersamaan dan persaudaraan. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering terselenggara dan menjadi kekuatan yang memudahkan kita menuju Sumut Bermartabat,” ujar Musa Rajekshah.

Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck menyampaikan, bahwa keberagaman di Sumut merupakan anugerah yang patut disyukuri. Salah satu cara mensyukuri anugerah dan kekayaan ini adalah dengan merawat dan memupuk kebersamaan dan persaudaraan. Bukan hanya antar umat Islam, tapi juga antar umat beragama.

“Alhamdulillah, Sumut terkenal dengan provinsi yang multikultural, tapi bisa hidup berdampingan dengan harmonis. Ini adalah modal besar. Pilkada kita juga berlangsung dengan tertib dan damai, kerukunan ini mari kita terus pertahankan,” kata Ijeck.

Kepada masyarakat, Ijeck kemudian meminta doa dan dukungan untuk dirinya dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi agar bisa memimpin Sumut sesuai dengan harapan masyarakat Sumut. “Semoga niatan Kami untuk mengabdi pada daerah yang kita cintai ini bisa terwujud dengan benar dan lancar hingga lima tahun ke depan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ijeck juga mengajak masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan MTQN XXVII pada bulan Oktober mendatang. “MTQN XXVII adalah acara kita semua, masyarakat Sumut, mari sama-sama kita sukseskan,” ucapnya.

Sementara itu, Ustadz H Abdul Somad LC MA hadir menyampaikan tausyiah tentang keutamaan melaksanakan shalat subuh dan shalat fajar. “Ada banyak sekali keutamaan melaksanakan shalat subuh dan fajar, apalagi ke masjid. Jangan sampai ditinggalkan. Selain tolak ukur keimanan, juga faktor dilapangkannya rezeki kita. Saking istimewanya, dua rakaat sebelum subuh kata Rasulullah SAW lebih baik dari dunia dan seisinya,” terang Ustadz Somad.

Agenda Kajian Subuh Akbar dimulai dengan melaksanakan shalat subuh berjamaah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan tausyiah dari Ustadz Somad yang khidmat sekaligus menghibur, mengundang tawa dari para hadirin. Selepas acara, dilakukan pula pembagian baju layak pakai bagi orang-orang yang membutuhkan, yang dihimpun dari 14 masjid se-Kota Medan.

Turut hadir dalam Kajian Subuh Akbar tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provsu H Baharuddin Siagian, Ketua Badan Kenaziran Masjid Baiturrahman H Salman Alfarisi Lc MA, Aktor Indonesia Sultan Djorghi, dan masyarakat umum.**