Keliling Indonesia Kampanyekan NKRI dan Perjuangkan Difabel, Pria Difabel Johnson Singgah ke Kantor Gubsu
Penyandang Disabilitas Jhonson Sumangkut yang berasal dari Minahasa Selatan berkeliling Indonesia dengan mengendarai sepeda motor roda tiga, tiba di Gedung Gubernur Sumatera Utara. Kamis, (13/12) setelah sebelumnya mengunjungi Aceh. Diterima oleh Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara Ilyas Sitorus, Jhonson bermaksud mengkampanyekan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) agar penyandang disabilitas mendapatkan kesetaraan di Indonesia.

MEDAN – Setelah melintasi 29 provinsi di Indonesia dengan mengendarai motor, pria difabel Johnson Sumangkut akhirnya singgah di Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (13/12). Johnson berangkat dari Manado Sulawesi Utara sejak Juli 2018 dan berkeliling Indonesia untuk mengkampanyekan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memperjuangkan nasib kaum difabel kepada masyarakat Indonesia.

Kedatangan Johnson disambut Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Setdaprovsu) Ilyas Sitorus di ruang kerjanya. Kepala Ilyas, Johnson menuturkan maksud dan tujuannya mengelilingi Indonesia.

Selain mengkampanyekan Pancasila dan NKRI kepada seluruh rakyat Indonesia, Johnson juga ingin bertemu Presiden Joko Widodo di akhir perjalanannya di Jakarta. Kepada Presiden Jokowi, Johnson akan mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk penyandang difabel.

Pria yang berasal dari Minahasa Sulawesi Utara ini ingin menunjukan bahwa kaum difabel mampu melakukan sesuatu hal yang besar secara mandiri. Menyuarakan kesatuan merupakan sumbasih terbesar yang diberikan oleh Johnson sebagai kaum difabel. Johnson menjadi difabel setelah terserang penyakit polio ketika masih kecil.

Johnson begitu bangga mengkampanyekan Pancasila. Lantaran Pancasila merupakan ideologi dasar negara Indonesia. “Mengkampanyekan Pancasila sangat besar maknanya bagi saya,” ujarnya.

Keterbatasan menurut Johnson bukanlah satu hal yang menghalangi seseorang untuk berbuat sesuatu yang baik. Johnson membuktikan keterbatasan yang ia miliki tidak menghalanginya berkeliling Indonesia. Alih-alih terpuruk lantaran kekurangannya, Johnson malah mengkampanyekan kesatuan Indonesia dan memperjuangkan nasib sesamanya.

“Keterbatasan itu tidak mengurangi aktivitas dan bukan penghalang untuk melakukan sesuatu yang baik, kalau penghalang itu datang dari niat kita, jika sudah punya niat baik, semua penghalang bisa kita lewati,” kata Johnson.

Johnson berencana akan mengakhiri perjalanannya 2 minggu lagi. Masih ada beberapa provinsi yang akan ia datangi di antaranya, Riau, Bangka Belitung dan beberapa provinsi lain di Sumatera sampai akhirnya sampai di Jakarta.

Di Ibukota, Johnson berencana menemui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, setelah menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pada kesempatan itu, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus menyambut baik kedatangan Johnson. Kedatangan Johnson dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Sumut untuk tetap bersemangat menjalani hidup, menghayati nilai-nilai Pancasila dan menjaga Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Ilyas juga bertukar cerita bagaimana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memberikan bantuan kepada penyandang difabel. Belum lama ini, Pemprovsu memberikan bantuan kepada penyandang difabel dalam rangka Hari Disabilitas Internasional. “Selain itu, Pemprovsu juga memberikan pelayanan pengobatan gratis bekerjasama dengan berbagai pihak,” kata Ilyas.

Ilyas Sitorus pada kesempatan itu mendukung Johnson agar terus semangat dalam mengkampanyekan NKRI dan Pancasila. “Sebagai falsafah Republik Indonesia, Pancasila harus terus disuarakan dan dirawat agar negara ini tidak terpecah belah,” kata Ilyas.*