Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi menanam pohon dan menaburkan 20. 000 benih ikan usai menyusuri aliran Sungai Deli di titik akhir penyusuran, Jalan Perdana, Medan, Selasa (10/9/2019). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra).

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution serta rombongan kembali meninjau dan menyusuri Sungai Deli, Selasa (10/9). Penyusuran dimulai dari Jembatan Underpass Titikuning dan berakhir di Jembatan Sei Deli Jalan Perdana Medan.

Selama menyusuri sungai, Gubernur memperhatikan dan mengevaluasi hal-hal yang perlu diberbaiki dan dibenahi untuk mendukung program Medan Menuju Bebas Banjir 2022, serta rencana pembangunan tol dalam kota di sepanjang jalur Sungai Deli. Di sela-sela peninjauannya, Edy berhenti dan menyapa warga Kampung Aur yang berkumpul di tepian sungai.

Tak hanya menyapa, Edy juga menyempatkan untuk mendengar aspirasi dan berdialog dengan masyarakat. Salah satu penduduk Kampung Aur bernama Asrini menyampaikan, masyarakat pada umumnya senantiasa mendukung program pembangunan pemerintah. “Kami masyarakat pinggiran sungai tidak menolak program pemerintah, tapi kami butuh kesejahteraan, Ayah (Edy Rahmayadi). Kami mendukung untuk dilakukan pembenahan,” katanya.

Asrini juga menyampaikan bahwa masyarakat sedang mencanangkan program “Dilarang Membuang Sampah ke Sungai”. Sepakat dengan Edy, Asrini merasa Sungai Deli memiliki nilai sejarah dan harus dilestarikan. “Kita perjuangkan Sungai Deli, Yah,” katanya.

Menyahuti Asrini, Gubernur mengapresiasi program yang dicanangkan masyarakat. Sebagai warga yang paling dekat dengan Sungai Deli, sudah sepatutnya warga menjaga kelestariannya. “Pembangunan dan pembenahan sudah pasti harus kita lakukan, nanti agar kalian juga tinggalnya di tempat yang lebih bersih,” tutur Edy.

BACA JUGA  Jelang Acara Puncak Sail Nias 2019, Edy Rahmayadi Harap Sumut Jadi Tuan Rumah yang Baik

Dua jam melakukan penyusuran, Gubernur menceritakan bahwa ada banyak bangunan dan jembatan-jembatan yang perlu dievaluasi karena melanggar batas sempadan sungai. Serta, masalah sampah dan limbah yang harus diselesaikan.

“Tadi saya bersama dengan Wakil Walikota Medan, kita bicarakan, Wakil Walikota nanti akan ambil tindakan. Sungai Deli ini harusnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, sampai ke anak cucu kita nanti terasa manfaatnya. Untuk itu harus kita rawat bersama,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis menyampaikan, kegiatan penyusuran Sungai Deli ini juga merupakan salah satu rangkaian acara Pesta Sungai Deli 2019 yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Anak dan Sungai Deli (Kopasude). Acara terlaksana sejak tanggal 8 hingga 12 September 2019 dengan berbagai ragam rangkaian kegiatan.

“Kita satukan dengan visi Gubernur untuk mewujudkan Medan Menuju Bebas Banjir 2022. Selain itu, ini juga menjadi upaya kita untuk menyosialisasikan upaya-upaya pelestarian dan bebas sampah di Sungai Deli,” ujarnya.

Riadil menjelaskan, penyusuran dilakukan dengan mengerahkan 13 perahu karet dan puluhan ban bagi masyarakat yang ingin bergabung. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula kegiatan penaburan 20.000 benih ikan di Sungai Deli dan penanaman pohon di lokasi akhir.

Sebelum penyusuran, Gubernur bersama panitia juga melakukan prosesi Menghanyut Lancang Kuning atau perahu kecil berwarna kuning yang bermakna sebagai simbol penghormatan kepada sungai yang telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan.

BACA JUGA  73 Atlet Diharapkan Mampu Harumkan Nama Sumut di Pomnas XVI

Turut hadir dalam kesempatan unsur OPD Pemprov Sumut, OPD dan unsur Forkopimda Medan, pengurus dan anggota Kopasude.**