MEDAN – Hobi mengaji, peserta No. 64 Aqsal F Rafsanjani Hasibuan, kelahiran 19/2/2006 asal Sumatera Utara (Sumut) membuatnya ikut MTQ Nasional XXVII cabang tartil. Dari kelas 2 Sekolah Dasar dia sudah belajar mengaji dan melantunkannya dengan merdu.

Aqsal yang berasal dari Pesantren Darul Quran Tembung, Deliserdang ini awalnya suka mengaji karena melihat para peserta MTQ tingkat nasional di televisi dan juga tingkat kabupaten melantunkan ayat-ayat Al-Quar’an dengan indah. Keinginan untuk lebih giat lagi pun timbul dengan sendirinya.

“Dari kelas 2 SD saya sudah mulai belajar mengaji dengan suara khas, sebab menurut saya tidak mungkin saya bisa masuk MTQ jika saya tidak rajin belajar,” katanya di ruang King Abdul Aziz, Asrama Haji, Medan, Kamis (10/10/2018).

Aqsal yang saat ini kelas 7 mulai serius lagi mengaji 8 bulan sebelum mengikuti MTQN XXVII di Sumut. Bahkan hobinya bermain bola kakipun ditinggalkan demi lebih fokus untuk mendapatkan suara yang maksimal di MTQ.

“Saya sudah fokus dari 8 bulan yang lalu saat pihak sekolah menunjuk saya ikut MTQN yang diselenggarakan di Medan,” ujarnya.

Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terus berjuang dengan membaca Al-Qur’an setiap waktu. Apalagi dia belum pernah mengikuti perlombaan dimanapun selain MTQN. Sehingga dia sangat senang saat bisa menjadi peserta MTQN XXVII.

“Selama ini saya belum ada ikut MTQ ditingkat manapun, namun jika pesantren ada acara selalu saya yang di tunjuk untuk mengaji memulai acara,” ujarnya.

Alasan lain Aqsal tekun belajar membaca Al-Qur’an, walaupun pekerjaan orangtuanya pengacara namun dia ingin lebih berbakti lagi kepada kedua orangtuanya.

“Saya berharap jika saya menang saya ingin melanjutkan impian saya untuk ikut MTQ tingkat internasional dan menjadi qori terbaik,” pungkasnya.

teks foto: Aqsal Rafsanjani Hasibuan, Kafilah asal SUmatera Utara membacakan tartil quran dihadapan dewan hakim, di Abdul Azis, Asrama Haji, Medan, Rabu (10/10). Hobi mengaji mengantarkan Aqsal menjadi salah satu peserta untuk ikut MTQ Nasional ke XXVII.