Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara, Dr Asren Nasution mengapresiasi kafilah yang ikut bertarung mewakili Sumatera Utara pada ajang MTQN ke XXVII tahun 2018. Karena menurutnya, kafilah asal Sumut menunjukkan peningkatan kualitas dari tahun-tahun sebelumnya, di Gedung Jabal Nur Asrama Haji Medan, Rabu (10/10/2018)

MEDAN – Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara, Dr Asren Nasution mengapresiasi kafilah yang ikut bertarung mewakili Sumatera Utara pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke XXVII tahun 2018. Karena menurutnya, kafilah asal Sumut menunjukkan peningkatan kualitas dari tahun-tahun sebelumnya.

“Saya melihat, peserta lomba pada MTQN tahun ini dari segi kualitas ada keseimbanganan kemampuan peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu kita bisa melihat, cabang mana yang mendominasi. Tapi, tahun ini masyarakat bisa melihat bahwa tidak ada profesi yang mendominasi, karena semua cabang diikuti,”kata Asren Nasution saat menyaksikan lomba cabang Hifzh 10 & 20 juz di Gedung Jabal Nur, Asrama Haji, Medan, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, hal tersebut merupakan keberhasilan pembinaan yang dilakukan oleh banyak pihak. Dan, pembinaan kepada peserta harus dilakukan seterusnya, tidak hanya menjelang musabaqah saja.

“Saya melihat, hampir di seluruh cabang, Sumut ada pesertanya dan tampil dengan baik. Memang tidak 100 persen, tapi jika dibandingkan tahun lalu, ini meningkat. Bahkan, cabang yang tahun sebelumnya tidak tersentuh, tahun ini diikuti. Misalnya, sudah 10 tahun kita tidak ikut cabang kaligrafi, tapi tahun ini ada 3 peserta yang masuk babak final. Ini fenomana baru. Kemudian, di cabang makalah alquran dan kita dengar masuk final. Padahal, sebelumnya dianggap hanya jadi pelengkap penderita, tapi kali ini mudah-mudahan bisa menyumbang perak atau emas untuk Sumut,”ujarnya.

Dia menambahkan, MTQN yang di pusatkan di Sumut kali ini juga cukup menyedot banyak perhatian dari kalangan masayarakat. Tidak hanya ibu-ibu dari pengajian dan remaja masjid sekota Medan, tapi juga sekolah-sekolah, pesantren ikut terlibat mengajak siswa-siswinya datang ke acara MTQN. Hal ini menurutnya, sangat penting dilakukan untuk memberikan motivasi dan pengalaman bagi anak didiknya. Agar kedepannya, bisa melihat potensi dari anak didik di sekolah.

“Saya sebabai warga Sumut yang mendapat amanah ikut bersama yang lain mengelola MTQN ini merasa bersyukur karena masyarakat bisa terlibat langsung. Oleh karena itu sepantasnya saya menyampaikan terima kasih atas penghargaannya, kepada semua kepala sekolah, jemaah pengajian, sekolah-sekolah, jajaran pemerintahan yang saya lihat mendukung aktif pelaksnaan MTQN ini,”pungkasnya.