Bunda Paud Ny. Hj. Evi Diana Erry Nuradi yang juga ketua Tim Penggerak PKK Provsu menghadiri Lomba Mewarnai Tingkat PAUD/TK yang diselenggarakan oleh BPBD Provsu dalam rangka hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2018 di kantor BPBD Provsu, Jalan Binjai Km. 10, Selasa (24/4)

MEDAN – Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ny. Hj. Evi Diana Erry Nuradi, mengapresiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut yang telah mengenalkan upaya tanggap bencana kepada anak usia dini.

Hal itu disampaikannya saat membuka acara Lomba Mewarnai bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) terkait kesiapsiagaan tanggap bencana untuk anak usia dini, di Lapangan Kantor BPBD Sumut, Selasa (24/4).

“Kami mengapresiasi pelaksanaan lomba mewarnai bagi siswa Paud dan TK. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam pengenalan kebencanaan kepada anak-anak kita lebih dini. Hal ini menjadi sangat penting, karena memang anak-anak kita adalah kelompok yang rentan dalam suatu kejadian bencana,” ujar Evi.

Menurut Evi, anak-anak sebenarnya dapat merasakan kebencanaan, hanya saja belum mengerti apa yang terjadi. Melalui kegiatan lomba mewarnai tentang kebencanaan ini, Evi berharap bisa menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan anak-anak, para orang tua dan masyarakat secara umum dalam menghadapi risiko bencana.

Evi juga mengimbau agar relawan-relawan kebencanaan hadir di tengah-tengah lembaga pendidikan seperti dokter kecil dan polisi kecil yang selama ini sudah membudaya di lingkungan anak. “Hari ini, saya akan memulai dengan mengangkat relawan cilik di antara anak-anak kita. Di tahap awal mungkin hanya 2 orang. Tetapi besok dan lusa relawan kebencanaan cilik ini saya harapkan sudah menjadi 2 juta relawan cilik,” harap Evi.

BACA JUGA  Sambut Peringatan Hari Ibu ke 90, Pemprovsu Fasilitasi Nikah Massal 50 Pasang Suami Istri

Kepada Kepala BPBD Provinsi Sumut, Evi berpesan agar kegiatan mitigasi bagi anak usia dini akan terus berlanjut. “Saya berharap, kedepannya, program mitigasi ini dapat menjadi bagian pembelajaran di sekolah-sekolah pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar. Jangan hanya berhenti sampai di sini saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Sumut, Dr Ir H Riadil Akhir Lubis MSi menyampaikan bahwa kegiatan lomba mewarnai kebencanaan ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2018. “Ini adalah bentuk kegiatan mitigasi bencana, dimana sejak dini kita sudah memberikan edukasi kepada anak-anak Paud dan TK terutama dalam lomba mewarnai. Gambar yang diwarnai kita buat ilustrasi Gunung Sinabung dan mobil dinas BPBD” ujar Riadil.

Riadil juga menyampaikan bahwa selain lomba mewarnai, ada beberapa rangkaian acara lain yang dilaksanakan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2018. Diantaranya lomba membuat film animasi dan karya tulis kebencanaan, pembersihan sungai di sungai Belawan, penanaman pohon di pinggir sungai, pelatihan-pelatihan mitigasi, kampanye siap siaga bencana, dan donor darah.

“Puncaknya nanti kita akan melaksanakan apel siap siaga pada hari Kamis, (26/4), di Kantor BPBD Sumut. Kita mengundang semua penggiat bencana,” kata Riadil.

Riadil berharap Peringatan Hari Kesiapsiagaan akan memberikan pandangan dan kesadaran kepada masyarakat umum tentang kondisi Sumut yang merupakan salah satu daerah beresiko tinggi terhadap bencana. Selain itu, acara ini juga diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk membudayakan perilaku siap siaga terhadap bencana di tengah masyarakat. Turut hadir dalam acara tersebut para guru TK/Paud dan para anggota PKK Provinsi Sumut.

BACA JUGA  Sambut Peringatan Hari Ibu ke 90, Pemprovsu Fasilitasi Nikah Massal 50 Pasang Suami Istri

Lomba mewarnai ini diikuti oleh 15 Paud dan TK dari Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Untuk para pemenang, kata Riadil, telah disiapkan hadiah uang dan sepeda. Sebelumnya Ketua TP PKK Provsu juga turut membagikan hadiah dengan memberikan pertanyaan terlebih dahulu dan dijawab dengan antusias oleh peserta. Mereka beramai-ramai mengacungkan tangan, berebut untuk dipilih menjawab pertanyaan.