MEDAN – Ketua TP PKK Provsu H Evi Diana Erry Nuradi mengharapkan organisasi-organisasi perempuan yang baru akan dibentuk di Sumatera Utara seperti Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) mempunyai nilai lebih. Artinya lanjut Evi keberadaan organisasi tersebut bergerak dibidang yang sama seperti UKM yang sering menjadi fokus kebanyakan organisasi perempuan yang ada di Sumut.

“Keberadaan P2LIPI ini, bukan hanya bergerak bidang UKM. Tetapi bisa membantu masyarakat di bidang lainnya seperti kesehatan, pendidikan, bantuan hukum dan lain sebagainya. Khususnya untuk kaum perempuan dan anak,” ujar Evi.

Hal tersebut disampaikan Evi saat menerima audiensi Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI), Senin (16/7) di kantor PKK Provsu Jl. Cik Ditiro.

Pada kesempatan itu Evi Diana juga berpesan agar organisasi PPLIPI yang akan dibentuk di Sumut ini nantinya keberadaannya bukan hanya seremonial semata. “Organisasi dbentuk jangan hanya sebagai ajang arisan dan selfie bagi kaum perempuan. Tetapi terbentuk benar-benar untuk membantu dan memajukan Sumatera Utara. Khususnya kaum perempuan,” kata Evi.

Sementara pimpinan rombongan Nova Zain pada kesempatan tersebut mengatakan, tujuan beraudiensi adalah untuk melaporkan kepada pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui Ketua TP PKK Provsu Hj Evi Diana bahwa perempuan-perempuan di Sumatera yang berasal dari berbagai profesi seperti pengusaha, dosen, notaris dan lain sebagainya ingin membentuk organisasi PPLIPI Sumut yang selama ini sudah terbentuk namun hanya untuk tingkat pusat.

Organisasi ini, merupakan organisasi yang memiliki visi dan misi untuk lebih memberdayakan perempuan lebih maju lagi khususnya di Sumut. Bukan hanya untuk memajukan perekonomian tetapi hal hal lain yang selama ini tidak terlihat dan tersentuh. Seperti pendidikan yang sangat minim terutama untuk perempuan dan anak.

Selain itu perlindungan hukum yang hampir tidak tersentuh khusus perempuan dan anak. “Seperti tingginya kriminalitas yang terjadi khususnya kepada perempuan dan anak yang terlihat selama ini,” ujar Nova.

Nantinya lanjut Nova PPLPI Sumut juga akan membuat 5 rumah perempuan. 5 rumah perempuan tersebut nantinya diharapkan dapat tersebar di 33 kabupaten kota yang ada di Sumatera Utara. “Dengan 5 rumah perempuan ini perempuan-perempuan yang tidak tersentuh terutama perempuan marjinal bisa semakin maju. Perempuan-perempuan tersebut bisa semakin berkembang dan meningkatkan perekonomian mereka,” harap Nova.

Adapun 5 rumah perempuan dimaksud adalah rumah hukum untuk perempuan dan anak, rumah kesehatan untuk perempuan dan anak, rumah baca perempuan dan anak, rumah kreasi dan rumah perlindungan hukum untuk perempuan.