MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menyambut baik niat dan harapan Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok untuk bisa menjadi mitra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mewujudkan Sumatera Utara Bermartabat.

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi kedatangan Bapak Sun Ang. Hubungan baik yang selama ini sudah berjalan mari terus kita tingkatkan,” ujar Musa Rajekshah atau yang sering disapa Ijeck, saat menerima Konjen Tiongkok untuk Medan Sun Ang, di ruang kerjanya lantai 9 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (25/9).

Kepada Sun Ang, Ijeck yang juga didampingi Staf Ahli Gubsu Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA Drs Elisa Marbun memaparkan program-program prioritas yang ingin dikelola dan kembangkan Pemprov dalam mewujudkan Sumut yang bermartabat, yakni perihal ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian.

“Kami tentu merasa sangat terbantu, jika Tiongkok ingin bekerja sama dan bermitra mewujudkan cita-cita kami. Sebagai negara yang sudah bersahabat sejak lama, sudah sepatutnya kita saling bantu. Kami pun tentu bersedia bantu, jika Tiongkok butuhkan,” katanya.

Selain program-program prioritas dari Sumut Bermartabat, Ijeck juga terbuka apabila ada program-program yang disarankan oleh Konjen Tiongkok untuk dikembangkan di Sumut. “Selama itu untuk membangun Sumut menjadi lebih baik, kita terbuka jika ada masukan dan saran,” tuturnya.

Sebelumnya, Konjen Tiongkok Sun Ang mengucapkan terima kasih kepada Wagub Sumut Ijeck yang telah menerima kedatangan dirinya dan rombongan. Sun Ang juga mengucapkan selamat kepada Ijeck dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang telah dipercaya mengemban amanah memimpin Sumut hingga lima tahun kedepan.

“Saya berharap, akan ada lebih banyak lagi kerja sama yang kita lakukan. Selama ini, sudah banyak kerja sama antara Tiongkok dan Sumut yang berjalan baik, seperti pembangunan tol. Tiongkok juga merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan terbesar untuk Sumut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sun Ang menjelaskan bahwa Tiongkok memiliki program yang disebut jalur sutra maritim. Hal ini sangat berkesinambungan dengan program Presiden RI Jokowi, yaitu menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Sumut juga miliki banyak wilayah pesisir, mungkin nanti bisa kita pikirkan program kerja sama yang bisa menyejahterakan perekonomian masyarakat pesisir,” harapnya.**