Penjabat Gubernur Sumatera Utara Drs. Eko Subowo, MBA menerima konsul Amerika di ruang kerja gubsu, Kamis (28/6/2018)

MEDAN – Principal Officer Konsulat Amerika Serikat di Medan Juha P Salin menyampaikan ketertarikannya terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumatera Utara (Sumut). Juga memuji pesta demokrasi yang berlangsung aman dan kondusif.

Hal itu disampaikan Juha P Salin ketika bertemu Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA, Kamis (28/6), di Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan. “Suatu kebanggan tersendiri bagi saya bisa mengikuti dan mengamati proses demokrasi di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara,” kata Juha.

Apalagi, kata Juha, Pilkada tahun ini termasuk Pilkada terbesar yang terjadi di Indonesia. Ini adalah salah satu bentuk semangat demokrasi dan yang menarik adalah keberagaman pilihan yang bersinggungan dengan isu-isu Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). “Tetapi, tidak mempengaruhi semangat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” terangnya.

Berbicara tentang proses demokrasi di Amerika, Juha menilai tidak banyak perbedaan signifikan antara Indonesia dan Amerika. Isu SARA pun senantiasa ada. “Cukup mirip prosesnya dengan kita di Amerika, khususnya yang terjadi saat ini di Sumut, ada dua pasang kandidat yang sangat kuat, persaingan intens dan ketat seperti yang selalu terjadi di Amerika. Hal yang cukup berbeda hanya pada sistem dan terkait teknis pemilihan,” jelasnya.

Juha berharap suasana kondusif dan damai juga akan tetap terjaga setelah hasil Real Count dari pihak resmi dikeluarkan. Dalam kesempatan itu, Juha pun menyampaikan duka mendalam terhadap peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Pj Gubsu Eko Subowo menyambut baik kunjungan dan atensi yang diberikan Konsulat Amerika terhadap proses demokrasi di Sumut. Meskipun banyak pengamat yang mengkhawatirkan maraknya isu SARA yang beredar dalam proses Pilkada Sumut, hal tersebut tidak menimbulkan gangguan terhadap kerukunan di Sumut.

“Seperti yang kita ketahui bersama, sejak dahulu Sumatera Utara terkenal heterogen dan pluralisme. Masyarakat Sumut sudah terbiasa hidup rukun dan berdampingan dengan satu sama lain. Meskipun banyak pihak yang tidak bertanggung jawab menyebar isu SARA, hal tersebut tidak mempengaruhi proses pilkada di Sumut,” ujar Eko.

Selain itu, kata Eko, faktor lain yang mendukung tertib dan kondusifnya Pilkada Sumut antara lain yakni adanya imbauan kepada ASN, TNI, dan Polri untuk menjaga netralitas selama proses pilkada. “Kita patut bersyukur, sejauh ini tidak ada temuan maupun laporan-laporan yang kita terima tentang tindakan atau sikap tidak netral,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Eko juga memuji proses demokrasi di Amerika. Penduduknya memiliki wawasan dan pemahaman politik yang matang. Diharapkan Indonesia, khususnya Sumut dan Amerika akan selalu mempertahankan hubungan baik seperti yang sudah terjalin selama ini. “Banyak potensi kerja sama dan kesempatan bertukar informasi seperti ini yang bisa kita lakukan, belajar dari satu sama lain,” terang Eko.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Pemerintahan Pemprovsu Drs Jumsadi Damanik SH MHum, Kepala Badan Kesbangpolinmas Suryadi Bahar, Kepala Biro Otonomi Daerah dan Kerja Sama Basarin Yunus Tanjung.**