MEDAN – Dalam tiga tahun terakhir ini pembangunan pertanian guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Sumut menunjukan hasil yang menggembirakan. Pencapaian tersebut tidak lepas dari konstribusi jajaran Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di setiap tingkatan. Oleh karenanya Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua KTNA Sumut dan seluruh Kabupaten Kota beserta jajarannya.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan konsolidasi dan rapat kerja KTNA sekaligus melantik komisi penyuluhan Sumut dalam rangka memperkuat sistem ketahanan pangan kita. Keberadaan dan eksistensi KTNA di tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota sampai tingkat kecamatan akan mampu menjadi nilai tambah dan daya ungkit bagi pemerintah daerah melalui peran sebagai penyuluh swadaya untuk bersama-sama penyuluh memberhasilkan pembangunan pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan yang bermuara pada peningkatan daya saing dan kesejahteraan petani,”ujar Erry Nuradi saat menghadiri Konsolidasi dan Rapat Kerja (Raker) KTNA se Sumatera Utara di Hotel Garuda Plaza Medan Jumat (15/12/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut M Azhar Harahap, Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut Jonny Waldi, Ketua KTNA Sumut Hj Tati Juwita Siregar, para Guru Besar Fakultas Pertanian, Prof Dr Darma Bakti MS dari USU, Prof Dr M Assad dari UISU, Pakar Pangan Mandiri Ir A Effendi Lubis, Kadis Pertanian dan pengurus KTNA Kabupaten Kota se-Sumut.

Melalui kegiatan ini, lanjut Erry semua sektor dan lini tentu harus diperkuat agar seluruh stake holder dibidang pertanian bisa kerjasama untuk meningkatkan pertanian, baik tanaman pangan dan hortikultura maupun juga di bidang perikanan dan kelautan sampai juga dipasca panen dan pertenakan. Dalam perjalanannya, KTNA di Provinsi Sumut sangat banyak mendorong petani dalam berbagai hal. Termasuk juga memberikan sejumlah prestasi pada kegiatan nasional seperti saat Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan di Aceh bulan Mei yang lalu.

Dibeberkan Erry, berkat kerjasama yang terjalin baik di lapangan, telah mampu memberikan hasil-hasli yang menggembirakan pada tiga tahun terakhir. Produksi padi pada tahun 2016 meningkat 13,89% dari tahun 2015 menjadi 4,6 juta ton. Tahun 2017 berdasarkan data ARAM BPS hasil pertemuan di Yogya pada tanggal 25 Oktober 2017 yang lalu juga meningkat menjadi 5,1 juta ton dan menggeser Sumatera Selatan menjadi urutan 5 Nasional.

Demikian juga untuk jagung, produksi tahun 2016 meningkat 2,5% dari tahun 2015 yakni 1.557.441 ton dan tahun 2017 ditargetkan produksi jagung mencapai 1.712.256 ton atau meningkat 9,94%. Melihat produksi jagung yang cukup signifikan tersebut, pada tahun 2018 Gubsu berharap produksi jagung Provinsi Sumut dapat menjadi urutan 3 Nasional. Sedangkan Kedelai, diakui Erry memang agak sulit percepatan peningkatan produksi yang berfluktuasi. Namun demikian pada tahun 2017 ini, disamping target produksi kedelai diproyeksikan mencapai 8.618 ton atau meningkat 70,25% dari tahun 2016. Pemerintah juga memprogramkan peningkatan produksi kedelai yang direncanakan seluas 35.000 Hektar di 20 Kabupaten/Kota.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat dan sukses. Mudah-mudahan KTNA Sumut benar-benar menjadi andalan dan teladan dan contoh bagi KNTA lain di seluruh Indonesia. Terkait kegiatan konsolidasi dan rapat kerja pesan saya terus ditingkatkan kontribusi masing-masing jajaran. Selalu aktif memberikan masukan kepada Pemerintah daerah. Perkuat solidaritas baik ditingkat internal dan eksternal, membentuk kepengurusan KTNA di seluruh Kabupaten Kota sampai tingkat Kecamatan. Kepada Pemerintah Kabupaten Kota saya harapkan dapat memfasilitasi guna kelancaran tugas pokok dan fungsi KTNA di masing-masing daerah. Mari perkuat kerjasama KTNA dan meminimalisir alih fungsi lahan sawah sesuai Perda No 13 Tahun 2013 tentang perlindungan lahan petani,”ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura M Azhar Harahap mengatakan bahwa Provinsi Sumatera Utara terus mendorong terciptanya swasembada pangan yang berkelanjutan. Selain bantuan benih dan bibit serta alat-alat mesin pertanian, juga melaksanakan program-program peningkatan profesioanlisme petani nelayan.

“Setelah sempat terhenti pada tahun-tahun lalu, kegiatan-kegiatan seperti ini Alhamdulillah dapat kembali kita laksanakan. Tentu ini tidak lepas dari kepemimpinan Gubernur kita Dr Ir H Tengku Erry Nuradi. Keterpaduan dan kerjasama yang baik antara instansi lingkup pertanian dan perikanan yang dimotori oleh penyuluh, petugas pengendali organisme pengganggu tanaman, petugas benih tanaman dan juga KTNA yang memainkan perannya sebagai penyuluh swadaya, akan mampu menjadi kekuatan yang besar di tengah-tengah masyarakat dalam membangun pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Sumut,”ujar Azhar.

Sementara itu Ketua KTNA Sumut Hj Tati Juwita Siregar menyambut baik perhatian yang besar di berikan pemerintah Provinsi Sumatera kepada KTNA. Juwita pun optimis dengan harapan swasembada pangan yang berkelanjutan di Provinsi Sumut yakni Pajale maupun Hortikultura dapat terwujud.

“Saat ini perhatian pemerintah daerah cukup besar kepada KTNA. Tapi tentunya KTNA akan terus mendorong bagaimana petani bisa berinovasi tidak hanya menunggu pemerintah,”ujar Tati Juwita.