Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyambut kedatangan Duta Besar Republik Indonesia untuk Bosnia Hezegovina Amelia Achmad Yani bersama delegasi negara sahabat di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (18/7/2019). Amelia juga mengunjungi proses produksi minyak kelapa swait di Pabrik Pengolahan Adolina Serdang Bedagai. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

MEDAN – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dikunjungi Duta Besar (Dubes) RI untuk Bosnia Herzegovina Amelia Achmad Yani. Kedatangan Dubes bersama sejumlah pengusaha Bosnia Herzegovina disambut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman 41 Medan, Kamis (18/7).

Hadir diantaranya Head of Delegation from Brcko District Damir Bulcevic, Pemilik Perusahaan Papilon Halid Salihovic, Manajer V Group Palis Brcko Dorde Markovic, Konselor Ekonomi KBRI Bosnia Herzegovina Mahendra, wartawan Furaj.ba Emira Azganovic, Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara dan Konsul Kehormatan Rusia Fauzi Nasution. Sedangkan Gubernur didampingi Staf Ahli Ekbang Agus Tripriono, Kadis PM-PPTSP Arief Trinugroho, Kabiro Otda dan Kerja Sama Basarin Tanjung, serta sejumlah pejabat.

Gubernur menilai sosok Dubes RI Amelia adalah sosok perempuan kuat. Karena tokoh ini tidak lain adalah anak dari Pahlawan Revolusi Indonesia, Jenderal Ahmad Yani. Sehingga sebuah kehormatan bisa dikunjungi putri dari tokoh nasional.

“Terima kasih atas kedatangan Ibu Amelia Achmad Yani. Kedatangan Ibu ke sini adalah pintu untuk kita berbuat apa. Bagaimana kita berkomunikasi dengan baik. Kita bisa ‘menjual’ Sumut yang notabene masih ‘perawan’,” ujar Gubernur.

Dalam kunjungannya, Dubes RI untuk Bosnia Herzegovina Amelia Achmad Yani menyampaikan, sejumlah pengusaha dari negara pecahan Yugoslavia itu memiliki ketertarikan terhadap Indonesia, khususnya Sumut. Apalagi disebutkan bahwa kebutuhan bahan baku dari kelapa sawit untuk industri hilir cukup tinggi.

BACA JUGA  Berhasil Kibarkan dan Turunkan Bendera Merah Putih, Gubernur Apresiasi 66 Anggota Paskibraka Sumut

“Di sini hadir beberapa pengusaha dari Bosnia Herzegovina. Mereka mau membeli minyak sawit (CPO). Karena di sana makannya (makanan pokok) roti,” ujar Amelia yang menyebutkan, negara ini pada 1990-an sempat mengalami krisis akibat perang saudara, yang kini sudah jauh lebih baik.

Amelia sendiri mengaku sudah bertugas selama 3,4 tahun sebagai Dubes di sana. Karena itu, dirinya melihat ada peluang kerja sama dengan sejumlah pengusaha yang tertarik dengan produksi CPO. Sebagai negara agraris, Indonesia diketahui memiliki lahan perkebunan cukup luas yang sebagiannya ada di Sumut. Karena itu langkah ini dinilai dapat menambah masukan bagi negara dari ekspor.

Dari kunjungan itu, Head of Delegation from Brcko District Damir Bulcevic menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada rombongan dari Sarajevo, Ibukota Bosnia Herzegovina. Karena meskipun jarak antara Indonesia dengan negara mereka cukup jauh, namun kerja sama tetap bisa dijalin dengan baik.

Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara menambahkan, komoditas Kelapa Sawit telah membuat daerah ini menjadi tujuan investasi yang menarik. Namun kekayaan tersebut perlu dikelola dengan optimal agar hasil yang didapatkan lebih besar dari masa lalu.

Sementara itu, Kepala Biro Otonomi Daerah (Kabiro Otda) Pemprov Sumut Basarin Yunus Tanjung menyampaikan, Pemprov Sumut membuka peluang seluas-luasnya untuk bekerja sama dengan semua negara. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan di daerah ini. Sehingga Sumut bermartabat dapat segera terwujud.

BACA JUGA  Pindahkan Asrama Haji dan Bangun Rumah Sakit Haji, Edy Rahmayadi Minta Doa dan Restu Ulama Sumut

Sebelumnya rombongan Dubes Amelia Achmad Yani bersama rombongan Negara Bosnia Herzegovina telah dibawa melihat proses produksi minyak kelapa sawit di Pabrik Pengolahan Adolina, Serdang Bedagai. **