Wakil Ketua 3 TP PKK Herawati OK Nazarudin menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Cipta Menu dengan Beragam, Bergizi, Seimbang
Wakil Ketua 3 TP PKK Herawati OK Nazarudin menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Cipta Menu dengan Beragam, Bergizi, Seimbang

MEDAN – Ketua TP-PKK Sumut Hj Evi Diana Erry Nuradi mengatakan, Kegiatan Lomba Cipta Menu Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara (Sumut) di Tapian Daya Medan, Kamis (24/8) merupakan satu wujud aspek ketahanan pangan yakni segi konsumsi. Keluar sebagai pemenang pertama Kabupaten Serdang Bedagai dari 22 daerah yang ikut berlomba.

Ketua TP-PKK Sumut Hj Evi Diana Erry Nuradi dalam sambutannya mengatakan masalah kebutuhan gizi juga secara tidak langsung berkaitan dengan kualitas pembagunan dimasa mendatang. Sebab hal ini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, di mana status gizi yang baik dengan asupan pangan cukup, juga mempengaruhi

“Saat ini hampir seluruh negara di dunia menghadapi berbagai bentuk permasalahan gizi, baik kekurangan maupun yang kelebihan, serta mikro ataupun makro,” pesan Evi yang disampaikan Wakil Ketua III TP-PKK Sumut Herawati Halim OK Nazaruddin.

Karena itu lanjutnya, peran kaum ibu sangat menentukan dalam memilih pangan bagi keluarga, diantaranya bagaimana mendiversifikasikan konsumsi pangan. Hal itu bukan untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan keluarga.

“Sehingga keluarga dapat mengkonsumsi lebih banyak jenis atau ragam panganya baik untuk jenis panganan sumber karbohidrat, protein, serta sumber vitamin dan mineral yang disebut dengan pangan beragam, bergizi, seimbang antara aman atau B2SA, agar kualitas gizi keluarga akan lebih baik,” sebutnya.

Melalui lomba ini, diharapkan kaum ibu yang hadir dapat menjadi pelopor dalam membersihkan program percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, terutama tingkat keluarga. Namun kegiatan ini menurutnya bukan untuk mencari pemenang semata, tetapi terpenting adalah peningkatan pengetahuan tentang pangan B2SA berbasis sumber daya lokal untuk diterapkan di keluarga.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumut Dahler Lubis mengatakan kegiatan ini dalam rangka memperingati hari pangan sedunia (HPS) yang setiap tahunnya diperingati setiap 16 Oktober yang merupakan gagasan Food Agricultural Organization (FAO) oleh 190 negara termasuk Indonesia. Hal ini untuk menggugah serta meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan di tingkat global, regional dan nasional.

“Dalam rangka peringatan hari pangan se-dunia yang ke 37 tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan Sumut menggelar lomba cipta menu pangan B2SA yang diikuti 22 peserta dari TP-PKK kabupaten/kota. Bagaimana mengolah bahan lokal yang mudah dijangkau untuk makan ayah, ibu, dan anak laki-laki umur 5 tahun dengan biaya maksimal Rp100 ribu untuk display menu satu hari,” sebut Dahler.

Dewan juri lomba tersebut yang diwakili Posman Sibuea mengatakan kegiatan bertema ‘Budayakan Pangan Lokal Untuk Meningkatkan Kualitas Gizi Keluarga’ ini, mengedepankan penggunaan bahan lokal yang mudah dan memenuhi gizi seimbang. Selain Sergai sebagai juara umum dan menjadi wakil Sumut ke ke lomba tingkat nasional Oktober mendatang, kabupaten/kota lainnya juga mendapat juara dengan kategori khusus dengan beragam penilaian dari juri.

“Jadi penilaian kita adalah bagaimana peserta menyajikan menu sesuai kriteria B2SA. Bahannya sederhana dan yang mudah didapat serta biaya paling besar itu Rp100 ribu untuk menu makan sehari,” katanya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.