Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) dan sangat mendukung dengan rencana Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang dilaksanakan oleh LPPD.

Demikian dikatakan Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Ibnu S Hutomo saat menerima Audensi Pengurus LPPD Kota Medan di ruang kerjanya Lt. IX Kantor Gubsu (27/2).

Plt. Sekdaprovsu didampingi Kepala Biro Pembangunan Setdaprovsu Erik Aruan dan mewakili Biro Bina Sosial mengatakan bahwa mengenai dukungan yang diberikan Pemprovsu berupa anggaran untuk kegiatan keagamaan. Untuk anggaran kegiatan keagamaan agar Biro Bina Sosial segera merealisasikan sesuai peraturan yang ada sehingga nantinya tidak ada masalah. “Ini kan membawa Provinsi Sumatera Utara, ” katanya.

Mengenai tempat latihan yang dimohonkan pengurus, Plt. Sekdaprovsu mengarahkan agar diadakan di Aula Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara.

Dilanjutkan Sekdaprovsu, atas nama Pemprovsu kami merasa bangga kepada LPPD Kota Medan yang akan mewakili Provsu pada ajang nasional tersebut. “Buatlah yang terbaik, bawa harum nama Kota Medan dan Provsu di tingkat Naaional, ” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua LPPD Kota Medan Anton Panggabean menjelaskan bahwa kedatangannya beserta rombongan untuk memberitahu kepada Pemprovsu, LPPD Kota Medan akan mewakili Provsu untuk mengikuti Festival Pesparawi Nasional ke XII Tahun 2018 . Event tiga tahunan ini akan dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 29 Juli 2018 yang akan datang.

Dijelaskan juga bahwa LPPD Kota Medan mewakili Provsu setelah menjadi juara umum pada Festival Pesparawi tingkat Provsu pada Desember yang lalu, ujar Anton.

Sebelumnya LPPD Kota Medan dalam Festival tingkat Provsu mengikuti sebanyak 9 kategori dan 6 kategori diantaranya mendapatkan juara.

Menurut Anton yang juga Anggota DPRD Kota Medan menjelaskan kedatangan rombongan untuk memohon bantuan partisipasi dari pihak Pemprovsu untuk kelancaran festival tingkat naaional tersebut.

Untuk kegiatan ini, sebenarnya yang harus ditanggung daerah hanya transport saja untuk 281 orang. Sementara itu untuk komsumsi dan akomodasi telah disediakan oleh Kementerian Agama RI, jelas nya.