Wakil Gubernur Sumatera, Musa Rajekshah menggelar doa bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim piatu di rumah dinas Wagubsu, Jl. T. Daud, Medan, Jum'at (21/9/2018).(Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu)

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah mengajak masyarakat Sumut agar lebih sering berbagi dan peduli terhadap sesama. Khususnya, kepada orang-orang yang memiliki nasib kurang beruntung seperti anak yatim piatu.

“Salah satu ciri karakter manusia bermartabat itu adalah manusia yang peka dengan keadaan saudara-saudaranya yang kurang beruntung,” ujar Musa Rajekshah saat menerima sekaligus memberikan santunan kepada rombongan anak yatim piatu dari Panti Asuhan Pembangunan Pendidikan Islam Indonesia, di rumah dinasnya Jalan Teuku Daud Medan, Jumat (21/9).

Wagub Musa Rajekshah yang juga akrab dipanggil Ijeck, menyampaikan bahwa kepekaan atau empati terhadap lingkungan sekitar harus selalu dilatih. Sebaliknya, sikap individualis, egois, dan acuh tak acuh harus dibuang jauh-jauh. “Rezeki itu titipan Allah, tidak sepenuhnya milik kita. Berbagi dengan orang yang membutuhkan,” pesannya.

Ijeck menyapaikan, bahwa ada begitu banyak keutamaan mengistimewakan anak yatim. Selain menumbuhkan sifat lemah lembut dan kasih sayang, menyantuni anak yatim piatu juga akan membawa keberkahan serta mendatangkan lebih banyak rezeki.

“Mulai sekarang, mari biasakan memperhatikan lingkungan sekitar. Jika ada tetangga yang kurang mampu atau ada anak yatim piatu, bagikan rezeki kita. Insya Allah, kalau semua kita di Sumut ini saling peduli sesama, mudah kita mewujudkan Sumut yang bermartabat,” tuturnya.

Kepada anak yatim piatu yang hadir, Ijeck meminta agar dirinya dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didoakan. Sehingga, langkah keduanya untuk memimpin Sumut diberkahi oleh Allah dan mendatangkan lebih banyak manfaat pada masyarakat Sumut.

BACA JUGA  Wagubsu Tutup Kaderisasi Sapma PP Sumut Entrepreneurship dan Idealisme jadi Potensi Pemuda

Acara penyantunan anak yatim piatu dimulai dengan acara ramah tamah terlebih dahulu dengan anak-anak yatim piatu yang berjumlah sekitar dua puluhan anak. Kemudian dilanjutkan dengan melantunkan doa bersama-sama, makan siang, dan pembagian bingkisan.**