MEDAN – Guna mematangkan persiapan agar Geopark Kaldera Toba (GKT) tercatat dalam Unesco Global Geopark (UGG) Tim Percepatan yang dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH meminta masukan kepada ahli dari Malaysia. Berkaca kepada kesuksesan Pulau Langkawi menembus UGG, orang nomor 2 di Provinsi Sumatera Utara ini pun berharap GTK mengalami kesuksesan yang sama.

“Namanya kita kan baru pertama jadi yang perlulah arahan dan bimbingan dari para ahli, Profesor-profesor dari Malaysia ini. Kebetulan mereka kan sukses dengan Pulau Langkawi masuk UGG. Dan kebetulan salah satu Profesor yang hadir ini Wakil Ketua di Unesco. Ya, kita minta tolonglah agar dibimbing,”ujar Nurhajizah disela-sela jamuan makan malam di Grand Aston Medan Kamis malam (14/12/2017).

Hadir ahli dari Malaysia, diantaranya Prof Dr Ibrahim Komoo, Prof Dr Nurhayati, Prof Nurzaiman Azman, dan Profesor Che Aziz. Sedangkan dari Sumut tanpak Kadis Lingkungan Hidup Sumut Wan Hidayati dan Nurlisa Ginting.

Lebih lanjut dikatakan Nurhajizah pihaknya terus mendorong agar 7 Kabupaten Kota dapat bersinerji untuk memenuhi persyaratan yang dianjurkan Unesco. Termasuk juga melengkapi fasilitas-fasilitas di Geosite seperti panel, Gapura maupun fasilitas kamar mandi.

“Kita mohon doanya agar Danau Toba ini indah dan diakui dunia. Nanti kalau satu ini Danau Toba telah diakui Unesco nanti kita akan pindah ke daerah lain seperti Pulau Nias atau daerah-daerah lainnya,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumut Wan Hidayati mengatakan bahwa dirinya bersama para ahli dari Malaysia selama empat hari mengunjungi kawasan Danau Toba. Selain melihat langsung ke lokasi Geosite, pihaknya juga mendapatkan masukan dan bimbingan dari para ahli. Seperti halnya bimbingan dan langkah awal menempatkan fasilitas-fasilitas di sekitar Geosite dalam standar-standar Unesco

“Hari pertama dan kedua kami melakukan kunjungan-kunjunga. Hari ketiga kami mengikuti Workshop yang diikuti seluruh personil-personil yang terlibat didalam Geopark termasuk kaum wanita dari PKK juga diundang. Dari jam dua sampai malam kami diberi arahan. Setelah itu kami diskusi lagi. Mudah-mudahan dengan adanya pembekalan-pembekalan ini kamid alam tim bisa mengembakan diri menghadapi Assesor yang kemungkinan bulan empat atau bulan lima nanti. Kita mohon dukungan dari semua pihak agar Danau Toba menjadi tempat yang memiliki nilai yang luar biasa,”ujar Hidayati.

Sementara itu dalam pembicaraan ringan disela-sela makan malam, Profesor Ibrahim Komoo menyakini GKT merupakan produk yang bernilai tinggi jika ditata secara baik. Seperti halnya Pulau Langkawi, lanjut Ibrahim saat ini dikunjungi lebih dari setengah juta wisatawan.

“Saya pikir produk ini sangat baik. Dilangkawi sangat sukses lebih setengah juta pengunjung. Kalau boleh dimasa penilaian, penilai memberikan good feeling. Jangan terlalu banyak jalan darat, diselingi jalan perairan, terus jalan darat lagi melihat Geosite-geosite yang ada. Jadi penilai tidak jenuh,”ujarnya.