Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah usai Shalat Subuh Berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al Huda Jalan Beringin V Medan, Minggu (30/9/2018).

MEDAN – Membangun Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak bisa dilakukan hanya oleh Gubernur dan Waki Gubernur, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Namun dibutuhkan juga keterlibatan dan partisipasi seluruh masyarakat Sumut, sesuai bidang dan keahlian masing-masing.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah usai Shalat Subuh Berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al Huda Jalan Beringin V Medan, Minggu (30/9). “Membangun Sumut tidak bisa hanya dilakukan oleh kami Gubernur dan Wakil Gubernur, karena itu melalui kesempatan ini saya mengajak kita semua masyarakat Sumut untuk sama-sama berpartisipasi membangun Sumut,” ujarnya.

Wagub juga mengapresiasi banyaknya masyarakat yang ikut shalat subuh berjamaah. Terutama kepada anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Pejuang Subuh dan One Day One Juz (ODOJ) yang juga ikut shalat subuh berjamaah. “Jika kita bisa pertahankan terus seperti ini, semua shaf penuh, insya Allah, doa kita bersama untuk mewujudkan Sumut sejahtera dan bermartabat akan dikabulkan Allah,” ujar Musa Rajekshah.

Musa Rajekshah juga mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) yang lalu. Namun, menurutnya, perjuangan belum selesai, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan dirinya membutuhkan doa dan dukungan seluruh masyarakat Sumut untuk membangun daerah ini sesuai harapan bersama.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan persatuan. Terutama menjelang pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019. “Alhamdulillah pada Pilgubsu yang lalu kita berbasil melaluinya dengan damai dan tidak ada masalah. Ke depan kita harapkan juga Pileg dan Pilpres dapat kita lalui bersama dengan kondusif dan damai,” ujarnya.

BACA JUGA  Wagubsu Resmikan Menara Masjid Husnul Hidayah Tanjung Gusta

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Al Huda Muhsin Siregar mewakili masyarakat sekitar menyampaikan terimakasih atas kehadiran Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah untuk shalat berjamaah bersama masyarakat. “Terimakasih atas kehadiran Bapak di Masjid Al Huda, tentu kami sangat gembira. Kami berdoa, semoga Bapak mampu memimpin Sumut menjadi Sumut yang bermartabat,” ujarnya.

Ustadz H Ja’far dalam tausiyahnya menyampaikan tentang makna hijrah. Dikatakannya, hijrah ketika itu dilakukan Nabi Muhammad SAW antara lain karena adanya penindasan dan penyiksaan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap umat Islam.

Hijrah ke Yatsrib (Madinah) juga diharapkan agar kehidupan umat Islam ketika itu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena, penduduk Madinah dikenal sangat ramah dan terbuka bagi penduduk pendatang.

“Karena itu, hijrah juga dimaknai dengan perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Dan saya yakin dibawah kepemimpinan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur yang sekarang ini, Sumut akan berubah menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.

Usai shalat subuh berjamaah dan mendengarkan tausiyah, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah bersama seluruh jamaah mengadakan sarapan bersama. Turun hadir dalam kesempatan itu, Camat Helvetia Muhammad Yunus dan tokoh masyarakat Isma Fadli Pulungan.**