Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bersama Ustad Muhammad Nur Maulana melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H/ 2017 M di Masjid Al Iman Marelan Medan, Selasa 12/12. BHK Setdaprov Sumut/ Khairul Hifzi

MEDAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) tahun ini sengaja digelar di beberapa tempat, tidak seperti tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan agar Pemprovsu dapat semakin dekat dengan masyarakat.

“Rangkaian kegiatan hari besar agama Islam yang biasanya kita lakukan di satu tempat di Medan, tapi hari ini kita ubah, kita datang ke kecamatan-kecataman dan kabupaten/kota. Sehingga masyarakat bisa lebih dekat dengan kita,” ujar Gubsu Tengku Erry Nuradi pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mendatangkan ustad Muhammad Nur Maulana (ustad Maulana) di Masjid Al Iman, Medan Marelan, Selasa (12/12).

Turut hadir dalam kegiatan itu, para ulama dan tokoh masyarakat, Kadisdk Provsu, Arsyad Lubis, Kepala Biro Binsos dan Kemasyarakatan, HM Yusuf, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan, M Ilyas, Kadis Koperasi Sumut, M Zein dan sejumlah pengajian kaum ibu, serta siswa siswi.

Gubsu juga mengatakan, sebelumnya Senin (11/12), Pemprovsu juga sudah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Binjai dan kabupaten Langkat. Bahkan, setelah peringatan yang digelar di Medan Marelan, pada hari yang sama turut juga digelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Percut Sei Tuan, Deliserdang.

“Kalau kita gelar sekali di lapangan memang yang hadir bisa mencapai 10 ribu orang, namun masyarakat sulit untuk melihat ustad. Tapi kalau kita gelar di beberapa tempat seperti ini yang hadir lebih sedikit, tapi masyarakat bisa lebih dekat melihat ustad,” terang Erry.

Lebih lanjut dikatakan Gubsu, pembangunan fisik berupa infrastruktur memang menjadi hal yang penting, namun pembangunan yang lain yakni pembangunan non fisik berupa pembangunan rohani, mental dan spiritual juga jauh lebih penting untuk ditingkatkan.

“Pembangunan non fisik juga menjadi perhatian kita, apalagi saat ini banyak anak muda yang terjerumus pada penyalahgunaan narkoba, tentu ini menjadi tugas kita bersama, apalagi hampir 80 persen penghuni rutan dan lapas merupakan kasus narkoba,” kata Erry sembari mengatakan even peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu wujud pembangunan mental spiritual yang dilakukan Pemprovsu.

Dalam kesempatan itu, Gubsu bersama ustad Muhammad Nur Maulana turut menyerahkan bantuan untuk pembangunan sebanyak 1.500 rumah ibadah di Sumut yang diterima secara simbolis sebanyak 10 pengurus masjid. Selain itu juga diberikan bantuan untuk 200 penggali kubur di Sumut yang diterima secara simbolis 10 orang penggali kubur. Turut juga diberikan santunan kepada anak yatim piatu yang hadir pada saat itu.

Sementara itu dalam tausiyahnya, ustad Muhammad Nur Maulana mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan bukti cinta kita kepada nabi. Apalagi kata dia yang perlu dingat oleh umat Islam bahwa nabi sangat mencintai umatnya. “Mari kita aplikasikan cinta kita kepada Allah dan rasul dengan banyak-banyak menyebut namanya,” ujar ustad Maulana.

Ustad Maulana juga mengajak masyarakat untuk memperkenalkan generasi muda kepada nabi Muhammad SAW. “Saya mengapresiasi usaha yang dilakukan pak Gubsu untuk menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara dipecah hingga empat lokasi. Sehingga semua masyarakat bisa merasakan dan ikut memperingatinya,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan ustad Maulana, bicara tentang kasih atau Rahman. Kasih nabi Muhammad itu sangat luas. Hal ini bisa dilihat ketika sayidina Abu Bakar mendatangi anaknya yang merupakan istri nabi yakni Siti Aisyah dan bertanya kepadanya adakah amal ibadah yang dilakukan nabi Muhammad SAW yang belum dilakukan oleh dirinya, sebab pada saat itu nabi sudah berpulang kerahmatullah. Seketika itu, Siti Aisyah mengatakan bahwa ada satu amal ibadah yang senantiasa dilakukan nabi Muhammad yakni memberi makan seorang pengemis buta di pasar.

“Mendengar hal ini, Abu Bakar pun pergi menjumpai pengemis buta tersebut di pasar. Ketika dilihatnya pengemis ini selalu berkata dan menjelek-jelekkan nabi Muhammad. Dia bilang jangan percaya pada Muhammad dan sebagainya. Mendengar hal ini Abu Bakar pun menangis,” kata ustad.

Namun, apa yang terjadi, ketika Abu Bakar memberi pengemis tersebut makan dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, pengemis tersebut mengatakan kalau cara Abu Bakar memberi dia makan berbeda dari yang sebelumnya. “Biasa yang memberi makan aku dengan cara lemah lembut tidak seperti ini. Siapa yang selama ini memberi aku makan, kemana dia?,” ujar ustad Maulana menirukan kata pengemis tersebut.

Mendengar penjelasan dari Abu Bakar bahwa selama ini yang memberi dia makan adalah nabi Muhammad SAW dan sekarang beliau sudah meninggal, pengemis itu pun langsung mengucapkan kalimat syahadat. “Makanya kalau ada yang berbuat jahat kepada kita tetaplah berbuat baik,” terang ustad Maulana sembari menyebutkan bahwa Maulid Nabi Muhammad bukanlah perayaan melainkan peringatan, tujuannya digelar even seperti ini selain untuk mengingat nabi juga media bersilahturahmi.()