Pertemuan Sinkronisasi Program Rencana Pelaksanaan MTQ Nasional XXVII antara Panitia Pusat dan Daerah dalam hal ini pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang akan menjadi Tuan Rumah, Selasa (26/9) di Hotel Garuda Plaza Medan.

MEDAN – Wagubsu Dr Nurhajizah menghadiri acara Pertemuan Sinkronisasi Program Rencana Pelaksanaan MTQ Nasional XXVII antara Panitia Pusat dan Daerah dalam hal ini pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang akan menjadi Tuan Rumah, Selasa (26/9) di Hotel Garuda Plaza Medan. Hadir pada kesempatan tersebut panitia Pusat dari Kementerian Agama RI dan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Plt Sekdaprovsu Ir Ibnu S Hutomo, dan para kepala SKPD Pemprovsu yang merupakan Panitia MTQN XXVII Tahun 2018 Provsu.

Dalam sambutannya Wagubsu menyampaikan pesan dari Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi MSi agar Syiar MTQ Nasional XXVII Tahun 2018 hingga ke seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara. “Walaupun pusat pelaksanaannya di Kota Medan, diharapkan Syiarnya hingga ke seluruh kabupaten/kota se Sumatera Utara,” ujar Nurhajizah.

Pelaksanaan MTQ Nasional yang akan diselenggarakan di Provinsi Sumatera Utara diakui Wagubsu merupakan amanah yang cukup berat dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Oleh karenanya Nurhajizah meminta Pemprovsu beserta seluruh jajaran terkait agar mensukseskan MTQ Nasional tersebut. “Diharapkan seluruh jajaran terkait bekerja sungguh-sungguh sesuai dengan bidang dan keilmuan yang dimiliki dilandasi keikhlasan dan kejujuran dalam melaksanakan tugas masing-masing,” kata Nurhajizah Marpaung.

Pada kesempatan itu Nurhajizah juga menyampaikan terimakasih kepada panitia dari pusat yaitu dari Kementerian Agama dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI atas kesediaannya hadir dalam pertemuan tersebut. “Kehadiran panitia dari pusat dapat memberikan masukan untuk kelancaran pelaksanaan MTQ Nasional XXVII tahun 2018 yang akan datang,” ucap Nurhajizah.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Drs H Khoiruddin MMS mengatakan pada kegiatan MTQ Nasional tidak hanya perhatian masyarakat Nasional. Tetapi juga menjadi perhatian masyarakat Internasional. “Nantinya akan hadir 38 duta besar negara Islam,” katanya.

Kementerian Agama lanjut dia ingin mengagendakan kegiatan seminar penggalian seni budaya tradisional asli Indonesia berbasis Al Quran. Karena seni budaya trasional asli Indonesia menurutnya banyak lahir dari tafsiran-tafsiran Al Quran. “Kegiatan seminar setelah acara pembukaan dengan mendatangkan narasumber seperti Gus Mus. Dan merupakan anggaran pusat,” sebutnya.

Selain itu Kementerian Agama juga menginginkan sistem MTQ kedepan menggunakan makro berbasis IT. Makro berbasis IT ini akan tampil di layar. Live streaming. Live streaming by youtube kalau memungkinkan. Sehingga warga yang menyaksikan tidak perlu harus ke mimbar. Lihat HP bisa menyaksikan acaranya,” kata Khoiruddin.

Sekretaris LPTQ Asren Nasution dalam paparan gambaran umum rencana penyelenggaraan MTQB XXVII tahun 2018 mengatakan bahwa MTQ Nasional XXVII ini akan dijadwalkan dilaksanakan pada bulan Oktober 2018. “Setelah pelaksanaan Pilkada serentak di Provinsi Sumatera Utara,” ujar Asren.

Asren menambahkan bahwa pelaksanaan MTQ Nasional XXVII tahun 2018 direncanakan tempat pelaksanaan nantinya selain di Medan sebaai lokasi utama yang juga lokasi acara seremonial buka/tutup MTQ yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar Medan juga di beberapa kabupaten/kota di Sumut seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai, Langkat, Tebing Tinggi dan Asahan.

Nantinya lanjut Asren MTQ tersebut diperkirakan akan dipadati kurang lebih 7.000 an orang baik dari Indonesia maupun dari Luar negeri. Dan nantinya akan banyak rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka MTQ Nasional XXVII tahun 2018 mendatang. “Diharapkan masukan dari panitia pusat untuk perbaikan-perbaikan usulan kegiatan MTQ Nasional XXVII Tahun 2018 dan demi kelancaran kegiatan,” sebut Asren.