MEDAN – Pameran Nasional Alat Musik Tradisional Nusantara Tahun 2018 memberikan kontribusi terhadap apresiasi budaya, pendidikan kebangsaan, sekaligus kemajuan pariwisata dan kebudayaan di Sumatera Utara (Sumut).

Hal tesebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Nouval Makhyar SH dan sekaligus membuka kegiatan Pameran Nasional Alat Musik Tradisional Nusantara Tahun 2018, Selasa (25/9) di Museum Negeri Medan.

Selain itu, Gubernur juga mengharapkan, pameran yang menampilkan alat musik tradisional dari seluruh Nusantara ini dapat menyosialisakan koleksi alat tradisional kepada masyarakat. “Pameran yang menampilkan alat musik tradisional dari 31 museum di Indonesia dapat meningkatkan apresisasi masyarakat terhadap kearifan lokal, yaitu alat musik tradisional dari seluruh Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.

Disampaikan juga, bahwa dalam waktu dekat ini Provinsi Sumatera Utara ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ Nasional ke XXVII. “Semoga kita dapat menyukseskan kegiatan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Dr Ir Wan Hidayati melaporkan bahwa pameran nasional alat musik tradisional nusantara adalah kegiatan rutin museum-museum di seluruh Indonesia yang dilaksanakan secara bergantian setiap tahunnya.

Kegiatan pameran ini, lanjutnya, terselenggara atas kerjasama antara museum negeri provinsi Sumatera Utara dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman serta 31 museum di seluruh Indonesia, Balai Arkeologi Sumut, serta asosiasi museum Indonesia dan Asosiasi Museum Indonesia Daerah Sumut.

“ Tujuannya untuk menjembatani penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai alat musik tradisional di seluruh Indonesia untuk meningkatkan pengenalan dan pemahaman terhadap kearifan lokal,” ujar Hidayati, yang juga Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu, pameran yang berlangsung meriah itu menampilkan beragam alat musik tradisional nusatara berupa alat musik tiup, pukul, getar, tekan, gesek dan alat musik petik. Pameran ini juga dirangkaikan kegiatan seperti seminar ‘Alunan Musik Tradisional Membingkai Nusatara’ yang berlangsung tanggal 25 September 2018, juga Pelantikan Pengurus Asosiasi Museum Daerah Sumatera Utara (AMIDA Sumut) di hari yang sama.

Juga ada kegiatan belajar bersama museum yang dilaksanakan tanggal 25-28 September 2018, Ekskursi ke objek-objek Wisata Sejarah dan Budaya di kabupaten Samosir, Simalungun dan Karo pada 26 September 2018, serta dialog interaktif yang berjudul ‘Museum Sebagai Objek Wisata Budaya’ yang akan dilaksanakan pada 28 September 2018. “Diharapkan semua kegiatan ini dapat memberi manfaat, sekaligus apresiasi terhadap pengembangan nilai-nilai budaya,” kata Hidayati.

Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Museum Nasional Drs Siswanto MA, para konsul negara sahabat seperti Konsul Jepang, Singapura dan China. Juga Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dr Harry Widianto, mewakili Forkopimda Provsu, dari DHD 45, Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana, Kadis Pendidikan Provsu Dr Arsyad Lubis, para rektor dan akademisi, mahasiswa dan siswa.**