Asisten Administrasi Umum dan Aset Pemerintahan Pronvinsi Sumatera Utara Zonny Waldi, S.Sos, M.M membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Tekhnis Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XVII di Lantai 4 Gedung UPT Asrama Haji Jalan A.H. Nasution Medan, Kamis (20/9/2018). Hadir juga sebagai pembicara dari Direktur Penerangan Kementrian Agama Indonesia DR. Khairuddin, M.M.

MEDAN – Asisten Umum Setdaprov Sumut Zonny Waldi mengharapkan agar seluruh panitia bisa mensukseskan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII yang diadakan di Sumatera Utara 4-13 Oktober 2018. Diantaranya dengan memanfaatkan waktu tersisa untuk menyempurnakan berbagai persiapan demi suksesnya even nasional tersebut.

“Diharapkan kita bisa sukses pelaksanaannya, sukses juga sebagai juara umum,” kata Zonny Waldi, yang juga Ketua Pelaksana Harian MTQ Nasional ke-XXVII saat memberi pengarahan pada peserta Bimbingan Teknis (Bintek) Permusabaqahan MTQN di Asrama Haji, Medan, Kamis (20/9).

Dikatakan Zonny, terpilihnya Sumut sebagai tuan rumah MTQN XXVII merupakan kehormatan yang tidak boleh disia-siakan. Untuk itu, diharapkan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTQN untuk mensukseskannya.  “Ini tanggung jawab kita bersama, mari kita sukseskan, tidak banyak provinsi yang mendapat kesempatan jadi tuan rumah MTQN, apalagi kita Sumut telah 2 kali jadi tuan rumah, kita tidak boleh sia-siakan kesempatan ini,” katanya.

Kepada para peserta Bimtek, Zonny juga mengharapkan agar memperhatikan informasi dengan sedetail mungkin. Hal tersebut dilakukan agar pelaksanaan di tiap arena lomba MTQN bisa berjalan lancar.

Waktu pelaksanaan MTQN yang kurang dua minggu lagi. Menurut Zonny, dalam waktu yang sangat pendek ini, panitia harus memberikan upaya yang luar biasa. “Kita ini waktunya sangat luar biasa pendek, mari kita sikapi dengan cara yang luar biasa juga,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kementrian Agama Drs H Khoiruddin MM mengatakan bimbingan teknis kepada panitia bertujuan agar pelaksanaan teknis di lapangan tidak berantakan. Selain itu banyak informasi yang perlu diketahui oleh panitia lapangan. “Misalnya penggunaan teknologi saat registrasi peserta agar tidak ada joki dan sistem penilaian,” ungkapnya.

Bimbingan teknis permusabaqahan adalah bimbingan kepada panitia lapangan mengenai hal-hal teknis pelaksanaan lomba. Teknisnya meliputi registrasi peserta, teknis penilaian lomba, hingga MC yang membawakan acara di tiap arena.**