MEDAN – Para pegiat literasi di Sumatera Utara (Sumut) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan pengguna Big Book terbanyak di Indonesia.

Pemecahan rekor MURI dalam rangka puncak acara Festival Literasi Sumatera Utara dengan pelatihan penggunaan Big Book yang dihadiri 1.486 peserta, terdiri dari berbagai kalangan seperti guru, mahasiswa, siswa, komunitas, dan masyarakat di halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara, Jalan Brigjen Katamso, Medan.

Pemecahan rekor MURI dihadiri Gubsu, Tengku Erry Nuradi, perwakilan Konjen Amerika Serikat di Medan, Juha P Salim, Ketua Forum Masyarakat Literasi (FORMAL-SU), Hasban Ritonga, Anggota DPRD Sumut, Sopar Siburian, Kadis Perpustakaan dan Arsip Sumut, Ferlin Nainggolan, dan dari PT DOW Indonesia, Ricky Raharja.

Gubsu mengatakan, Big Book adalah sebuah buku besar berisi kalimat-kalimat sederhana dengan gambar-gambar yang mengilustrasikan isi kalimat “Apa yang kita canangkan beberapa lalu di Sumut sebagai Provinsi Literasi, maka hari ini dicanangkan Festival Literasi untuk Sumut, sekaligus pemecahan rekor MURI,” kata Erry, Rabu (18/10).

Erry menjelaskan, berhasil diraihnya penghargaan MURI akan menambah semangat Provinsi Sumut untuk terus mendorong seluruh masyarakat rajin membaca dan memaknai, serta menerapkan apa yang dibaca.

“Kita terus menggiatkan literasi. Apalagi sekarang ada teknologi, kita bisa melihat melalui smartphone,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemecahan rekor MURI tersebut juga memeragakan pembacaan Big Book kepada pegiat literasi yang hadir.

“Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia, Yayasan Parulian, Forum Masyarakat Literasi Sumut, Pemprovsu dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut yang telah menjadi panitia dalam acara ini,” ucap Gubsu.

Rasa terima kasih Gubsu Erry disampaikannya dengan memberikan hadiah kepada para mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaan darinya. Hal tersebut disambut antusias oleh para mahasiswa yang hadir pada kesempatan tersebut. Antusiasme tersebut terlihat dengan banyaknya mahasiswa menyodorkan diri untuk menjawab pertanyaan dari orang nomor satu di Provinsi Sumatera Utara tersebut.

“Sebagai orang Sumatera Utara kita harus mengetahui apa itu Provinsi Sumatera Utara dan apa yang telah dan sedang dilakukan pemerintah dalam membangun Provinsi Sumatera agar lebih paten kedepan. Siapa yang bisa jawab, akan saya beri hadiah,” sebut Gubsu.

Dari MURI Andre Purwandono mengatakan bahwa pada puncak perayaan Festival Literasi Provinsi Sumatera Utara kali ini MURI mencatat 1486 peserta pegiat literasi yang mengikuti kegiatan pelatihan massal dengan menggunakan Big Book. Awalnya panitia melaporkan diperkirakan sekitar 500 peserta saja yang akan mengikutinya. Ini menunjukkan betapa pedulinya kita untuk gerakan membaca dan menulis di Indonesia, khususnya provinsi Sumatera Utara.

“Oleh karenanya MURI akan memberikan Piagam Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Provinsi Sumatera Utara,” sebut Andre.

Plant Manager PT Dow Indonesia Ricky Rahardja yang merupakan salah satu perusahaan CSR kegiatan festival Literasi ini mengatakan, literasi merupakan topik yang penting dan banyak dibahas saat ini.

Sebagai perusahaan yang bekerja di masyarakat, pihaknya terpanggil untuk mendukung gerakan literasi. Terlebih berdasarkan studi internasional, minat membaca orang Indonesia tergolong rendah.

“Kami ingin membantu pemerintah untuk membangun budaya literasi,” tuturnya.

Sementara Kadis Perpustakaan dan Arsip Provsu Ferlin Nainggolan SH mengatakan bahwa kegiatan festival literasi Sumut 2017 ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai provinsi Literasi yang telah dideklarasikan oleh Gubernur Sumatera Utara Dr Ir H T Erry Nuradi MSi pada bulan Mei 2017.

“Sumut menjadi provinsi literasi keempat di Indonesia. Deklarasinya dilakukan Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi dan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Muhammad Natsir pada 20 Mei 2017. Ini salah satu bentuk komitmen pemprovsu,” ujar Ferlin.