Rombongan Wartawan Unit Pemprovsu. Foto Bersama Kabag Humas Pemprov Bali
Rombongan Wartawan Unit Pemprovsu. Foto Bersama Kabag Humas Pemprov Bali

DENPASAR – Penetapan Kaldera Gunung Batur Bali oleh UNESCO pada 2012 lalu menjadikan kawasan tersebut sebagai warisan dunia yang perlu diikuti oleh daerah lain. Karenanya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov berupaya mempelajari seperti apa pengelolaan kekayaan alam serta kultur budaya yang mendunia.

Dalam kunjungan ke Kantor Gubernur Bali, Kamis (15/9) lalu, Asisten Setdaprov Sumut OK Zulkarnain bersama Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus menyampaikan bahwa Pemprov Sumut dalam hal ini tengah mendapat tugas untuk mendorong bagaimana kawasan wisata Danau Toba yang juga merupakan Kaldera seperti Gunung Batur di Bali. Karenanya melalui informasi yang diperoleh dari pemerintah setempat, Sumut bisa mengambil contoh.

“Kunjungan kami ini, selain untuk ajang silaturahim antara dua pemerintah provinsi, juga mengharapkan oleh-oleh pembelajaran dari pemerintah Provinsi Bali,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui lanjut Zulkarnain, Kaldera Gunung Batur telah ditetapkan sebagai bagian dari anggota jaringan taman bumi Global Geopark Network (GGN), karena keelokan alam, jejak arkeologi dan geologi, serta kekhasan budaya masyarakatnya, yang akan dikaitkan dengan proses penetapan kawasan Danau Toba sebagai bagian dari GGN.

“Bagaimana strategi, program dan kegiatan Pemprov Bali dalam menyiapkan masyarakat yang sadar wisata sebagai modal utama dalam pengembangan industri wisata, di mana dapat dijadikan sebagai percontohan untuk Sumatera Utara,” sebutnya.

Sementara Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Pemprov Bali didampingi Kabag Komunikasi Pariwisata menyampaikan bahwa dalam pengelolaan kawasan wisata di provinsinya, diperlukan sinergi antara provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota yang ada. Namun pihaknya mengakui jumlah dan luas daerah di Sumut jauh lebih besar hampir empat kali lipat.

“Barangkali tugasnya sama dengan Sumut. Jika ada persoalan, biasanya kita lakukan hunting bersama pihak media juga, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi,” sebut Adnyana.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangli Made Ady Mastika menyampaikan bahwa keragaman geologi, kekayaan budaya dan hayati menjadi indikator bagaimana Gunung Batur serta Danu Batur yang berada dalam satu kawasan Kaldera dikelola dengan baik sehingga kawasan tersebut kembali mendapatkan pengakuan (validasi) oleh UNESCO pada 2016 lalu setelah empat tahun ditetapkan.

“Salah satu yang membuat keunikan Kaldera Batur menjadi perhatian itu karena aksesibilitasnya. Sebagaimana moto Geopark ‘Memuliakan Bumi, Mensejahterakan Masyarakat’, maka soal geopark masuk dalam kurikulum pendidikan. Termasuk saat liburan, anak sekolah diajak berkunjung ke lokasi,” sebutnya.

Selain itu, Pemprov Bali juga menerapkan konsep One Village One Product. Bagaimana keterlibatan masyarakat dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata menjadi prioritas pemerintah. Karena itu pula, konsep homestay diterapkan di kawasan sepeti Kaldera Gunung Batur khususnya.

“Kami akan sangat senang jika Danau Toba bisa mendapat pengakuan sebagai bagian dari taman bumi oleh UNESCO

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.