Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung dan mengapresiasi rencana Peringatan Hari Ulang Tahun Langkat pada 17 Januari mendatang.

Sekretaris Daerah Provsu Ibnu S Hutomo mengharapkan Hari Ulang Tahun Langkat menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata selain pesta rakyat. Hal itu dikatakannya pada saat menerima audiensi Panitia HUT Langkat, Kamis (12/1) di gedung lama kantor Gubsu jalan Diponegoro Medan.

Hadir pada audiensi tersebut Sekda Kabupaten Langkat dr H Indra Salahudin M.Kes.MM yang didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Langkat Edi .

Ibnu mengatakan bahwa momen perayaan sangat cocok bila digunakan untuk promosi dalam upaya melestarikan kebudayaan daerah. Karena dengan dilestarikan kebudayaan masyarakat khususnya para generasi muda bisa mencintai agar tetap mengetahui budaya bangsanya. “Kalau tidak kita siapa lagi yang akan melestarikannya, dan momen seperti inilah sangat baik untuk dijadikan agenda tahunan kebudayaan daerah kita dari berbagai suku,” paparnya.

HUT Kabupaten Langkat yang jatuh pada tanggal 17 Januari ini, dimana perayaannya akan dilaksanakan selama 5 hari. Dimeriahkan denga berbagai acara diantaranya penampilan 14 etnis hingga peresmian jembatan gantung di kawasan mangrove.

Pada kesempatan itu Sekda Langkat mengatakan perayaan HUT ke 268 dimulai dari tanggal 15 Januari (Senin) diisi mulai dari sidang paripurna DPRD dan dilanjutkan perayaan di alu-alun lalu pembukaan pameran yang direncanakan akan dibuka oleh Ketua TP PKK Sumut. Serta malamnya penampilan kesenian etnis yang dimulai dari etnis Jawa dilanjutkan dengan budaya lainnya seperti Melayu, Batak, Banjar hingga etnis tionghoa dan Bali yang ditampilkan setiap malam . “Kabupaten Langkat kaya akan keberagaman suku dan etnis dan hidup saling mendukung satu sama lain,” paparnya.

BACA JUGA  Peringati Hari Disabilitas Internasional, Pemprovsu Sediakan Pengobatan Gratis dan Bantuan Penyandang Disabilitas

Selain dengan kaya akan kebudayaan, Indra katanya bahwa Langkat sudah mengenal NKRI sejak tahun 1882 dimana Pangkalan Bandan yang memiliki Sumut minyak adalah kekayaan Indonesia dan selama itu hingga kini menjadi andalan pasokan minyak tanah air.

”Sumur minyak Pangkalan Brandan merupakan nomor 2 di dunia setelah Timur Tengah, dan ini merupakan kekayaan Indonesia yang nyaris dihancurkan saat tahun1847 oleh Belanda saat menjajah dulu. Dan dari sumur minyak ini jugalah pusat negara Republik Indonesia (Jakarta) pembangunannya,” jelasnya.